Intelijen Amerika Serikat (AS) akhirnya blak-blakan soal ketangguhan militer Iran. Mereka mengakui bahwa Teheran punya kemampuan kilat untuk memperbaiki "bunker rudal bawah tanah" miliknya meski baru saja digempur serangan udara. Tak butuh waktu lama, operasional mereka disebut pulih hanya dalam hitungan jam.
Laporan intelijen AS yang dikutip dari New York Times (NYT) dan dilansir Press TV, Senin (6/4), mengungkap fakta mengejutkan. Agen-agen Iran dilaporkan bergerak cepat menggali kembali bunker dan silo (tempat penyimpanan rudal) yang sebelumnya sempat dihantam serangan udara oleh AS dan Israel.
Padahal, sejak AS dan Israel melancarkan serangan skala besar pada 28 Februari lalu, Donald Trump berulang kali sesumbar di hadapan publik. Trump mengklaim bahwa Washington telah mencapai "kemajuan substansial" dalam melumpuhkan kekuatan rudal milik Teheran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klaim kemenangan juga datang dari Pentagon. Dalam pekan ini, pihak militer AS menyatakan telah menggempur setidaknya 11.000 target yang tersebar di seluruh wilayah Iran.
Namun, data intelijen AS justru menunjukkan realita yang berbeda. Iran dinilai masih memiliki taring yang tajam. Mereka disebut masih mampu mengoperasikan sisa persenjataan rudal balistik dan peluncur rudalnya untuk menyerang Israel, termasuk mengincar aset serta pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Laporan itu juga mengakui betapa sulitnya memetakan kekuatan lawan secara presisi. Intelijen AS kesulitan memperkirakan berapa banyak peluncur rudal Iran yang masih bersembunyi di dalam bunker atau gua-gua bawah tanah yang luput dari serangan udara.
Ketangguhan infrastruktur bawah tanah Iran ini menjadi catatan merah bagi militer AS. Kemampuan pemulihan cepat mereka dianggap sebagai ancaman serius yang sulit diprediksi.
"Bunker, gua, atau silo bawah tanah mungkin tampak rusak pada awalnya; pada kenyataannya, Iran mampu dengan cepat menggali peluncur tersebut dan menembakkannya kembali," sebut laporan intelijen AS yang dikutip NYT.
Artikel ini sudah tayang di detikNews, baca selengkapnya di sini.
Simak Video "Video: Jerman Sebut Serangan AS-Israel ke Iran Pelanggaran Hukum Internasional"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)











































