Nyawa Jadi Taruhan, DPRD Bandung Kritik Pemkot soal Pohon Tumbang

Nyawa Jadi Taruhan, DPRD Bandung Kritik Pemkot soal Pohon Tumbang

Rifat Alhamidi - detikJabar
Senin, 06 Apr 2026 14:00 WIB
Pohon tumbang di Bandung Kulon, Kota Bandung.
Pohon tumbang di Bandung Kulon, Kota Bandung. (Foto: Istimewa)
Bandung -

Tragedi pohon tumbang yang terjadi di Kota Bandung beberapa waktu lalu masih menyisakan sorotan. Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung Andri Rusmana mendesak ada evaluasi total supaya kejadian itu tidak terulang.

Diketahui, Jumat (3/4) lalu, ada 91 lokasi pohon tumbang di Kota Bandung. Kejadian itu juga memakan korban jiwa yaitu Diding Nuryaman (45), pengemudi mobil Suzuki Carry yang tertimpa pohon tumbang di Jalan Bojong Raya, Caringin, Kelurahan Cibuntu, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung.

"Kejadian pohon tumbang di Jalan Bojong Raya ini tidak bisa lagi dianggap sebagai musibah semata, tetapi indikasi nyata kegagalan sistem pengawasan dan pemeliharaan lingkungan oleh pemerintah kota," kata Andri Rusmana, Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Andri, tragedi pohon tumbang sudah kerap berulang tanpa penanganan. Padahal seharusnya kata dia, meski disusun mitigasi yang matang di lapanga.

"Faktanya, kejadian serupa terus berulang. Artinya, ada yang tidak beres dalam perencanaan, pendataan pohon rawan tumbang, dan mitigasi risiko di lapangan," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

"Ini bukan soal alam, ini soal kelalaian yang dibiarkan. Lebih serius lagi, ketika sudah ada korban jiwa, maka ini bukan sekadar evaluasi ini sudah masuk pada tanggung jawab moral dan administratif pemerintah. Jangan sampai nyawa warga seolah menjadi harga dari keterlambatan kerja birokrasi," tuturnya.

Andri pun mendesak agar Pemkot Bandung menyusun sejumlah langkah dalam waktu ke depan. Mulai dari audit pohon yang rawan tumbang, mempublikasikan peta risiko secara terbuka, dan menetapkan siapa yang bertanggungjawab atas masalah tersebut.

"Jika kejadian seperti ini terus berulang, maka wajar publik menilai bahwa pemerintah tidak belajar dari kejadian sebelumnya. Kami ingatkan, anggaran pemeliharaan dan penataan lingkungan itu ada. Maka publik berhak bertanya: dipakai untuk apa jika kejadian seperti ini terus terjadi?," katanya.

"Kamu tidak akan berhenti pada pernyataan, Kami akan dorong ini masuk ke agenda resmi pengawasan DPRD, karena yang kita hadapi bukan sekadar pohon tumbang ini soal keselamatan warga Kota Bandung," pungkasnya.

(ral/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads