Panglima TNI Jamin Hak Keluarga Prajurit yang Gugur di Lebanon

Panglima TNI Jamin Hak Keluarga Prajurit yang Gugur di Lebanon

Rifat Alhamidi - detikJabar
Minggu, 05 Apr 2026 11:22 WIB
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin langsung upacara pemakaman Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, salah seorang prajurit yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Panglima turut berbela sungkawa dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan almarhum.

Upacara pemakaman dilangsungkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung. Turut hadir Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk Freidrich Paulus, Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan hingga Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Kosasih.

"Atas nama Tentara Nasional Indonesia, saya mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya atas gugurnya prajurit-prajurit terbaik yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia. Mayor Inf Anumerta Zulmi salah satu prajurit terbaik yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia yang berdinas di Grup 2 Kopassus," kata Jenderal Agus usai prosesi pemakaman, Minggu (5/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mayor Inf Anumerta Zulmi AdityaMayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Foto: Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya (tangkapan layar YouTube Setpres)

Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar bersama dua prajurit TNI lain yang sedang menjalani misi perdamaian di Lebanon. Keduanya adalah Serka (Anm) Sertu Muhammad Nur Ikhwan dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon.

Bagi Jenderal Agus, Mayor (Anm) Zulmi merupakan prajurit TNI yang selalu mendapat penghargaan dari kesatuan. Penghargaan itu lah yang kemudian membawanya ke misi perdamaian ke Lebanon.

ADVERTISEMENT

"Beliau, almarhum, merupakan prajurit terbaik. Di mana dalam setiap pelaksanaan tugas, almarhum mendapat reward dari satuan dan untuk reward tersebut, makanya beliau diberangkatkan ke luar negeri dalam operasi misi perdamaian dari Bandung. Sekali lagi, kami Tentara Nasional Indonesia berduka yang sangat dalam atas insiden yang terjadi," ungkapnya.

Di momen itu, Jendral Agus pun menjamin hak para prajurit yang telah gugur. Ketiganya mendapatkan santunan, termasuk dana beasiswa bagi anak-anaknya untuk bisa melanjutkan pendidikan.

"Dan kami juga sudah menyiapkan hak-hak yang harus diterima oleh prajurit yang gugur. Di antaranya adalah ada santunan dari PBB Rp 1,2 miliar, lalu santunan risiko kematian khusus Rp 450 juta. Kemudian ada juga dari asuransi, kemudian beasiswa untuk anak sejumlah Rp 30 juta per anak," katanya.

"Kemudian ada dana wasda dari Angkatan Darat, kemudian personil residen dan santunan gugur dari perbankan. Dan ini ada beberapa juga yang akan diberikan oleh Bapak Presiden disampaikan ke saya langsung," pungkasnya.

(ral/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads