Hujan deras yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat, mulai dari Kota Bandung hingga Kabupaten Cianjur, Jumat (3/4/2026). Cuaca ekstrem tersebut tak hanya menyebabkan kerusakan, tetapi juga menelan korban jiwa. Dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang.
Di Kota Bandung, korban bernama Diding Nuryaman (45), seorang pengemudi mobil, tewas setelah tertimpa pohon saat melintas di Jalan Bojong Raya Caringin, Kelurahan Cibuntu, Kecamatan Bandung Kulon, sekitar pukul 13.22 WIB. Pohon yang tumbang secara tiba-tiba menghantam kendaraan yang tengah dikemudikannya.
"Untuk korban ada di wilayah Caringin. Kejadian tersebut menimpa sebuah mobil, dan penanganannya dilakukan oleh BPBD Kota Bandung bersama petugas gabungan lainnya," kata Analis Kebencanaan BPBD Kota Bandung Agung Rahmat Riyadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Peristiwa ini merupakan bagian dari dampak cuaca ekstrem yang melanda Kota Bandung. Berdasarkan data sementara, hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan sedikitnya 33 kejadian pohon tumbang di berbagai titik. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan di lapangan.
Selain menelan korban jiwa, pohon-pohon yang tumbang juga sempat mengganggu arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Kepadatan terjadi di kawasan Pasteur hingga Simpang Cihampelas, serta di Jalan Setiabudi arah Bandung menuju Lembang.
Agung pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem terjadi di masa peralihan musim.
"Pengguna jalan kami minta untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho, serta segera mencari tempat aman apabila cuaca ekstrem terjadi," ujarnya.
Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Cianjur. Seorang pengendara sepeda motor bernama Nazmudin (44) meninggal dunia setelah tertimpa pohon setinggi 15 meter di Jalur Puncak, tepatnya di Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang.
Saat kejadian, korban diketahui tengah menepi dan berteduh di sebuah kios kosong di Kampung Cangklek akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Namun, sekitar pukul 14.15 WIB, pohon di dekat lokasi tiba-tiba tumbang akibat terpaan angin kencang.
"Pohon setinggi 15 meter dan berdiameter 1,2 meter di dekat korban tumbang. Batang pohon tersebut menimpa korban serta sepeda motornya saat sedang berteduh," ujar Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi saat ditemui di kawasan Jalan Raya Puncak.
Menurutnya, kejadian berlangsung sangat cepat sehingga korban tidak sempat menyelamatkan diri.
"Kejadiannya sangat cepat sehingga korban tak sempat menghindar. Akibatnya korban meninggal dunia di lokasi kejadian," kata dia.
Proses evakuasi korban dan sepeda motornya memakan waktu cukup lama karena ukuran pohon yang besar. Petugas gabungan dari Polres Cianjur, PMI, dan BPBD harus bekerja selama kurang lebih satu jam untuk menyingkirkan material pohon.
"Petugas gabungan dari Polres Cianjur, PMI, dan BPBD langsung turun ke lokasi. Karena pohonnya besar, butuh sekitar satu jam untuk proses evakuasi. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke Intalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Sayang," tuturnya.
Selain menelan korban jiwa, pohon tumbang tersebut juga sempat menutup akses jalan dari Cianjur menuju Puncak dan sebaliknya. Arus lalu lintas pun diberlakukan sistem buka tutup hingga proses pembersihan selesai.
"Tadi sempat diberlakukan sistem buka tutup. Tapi setelah penanganan oleh tim gabungan, material pohon yang tumbang sudah berhasil dibersihkan. Arus lalulintas sudah bisa kembali dilalui dua lajur pada pukul 16.00 WIB," pungkasnya.
