Dua kapal tanker milik Pertamina dilaporkan masih belum bisa lolos dari Selat Hormuz hingga Kamis (2/4/2026). Kedua kapal itu tertahan imbas peran Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Pertamina melalui Pertamina International Shipping (PIS) saat ini tengah mempersiapkan aspek teknis dan administratif agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
Lalu dimana lokasi kapal-kapal tanker itu sekarang ?
Pertamina Pride
Lokasi Pertamina Pride di arah timur laut Ras Tannura, Arab Saudi Foto: VesselFinder |
Berdasarkan laporan dari sumber terbuka, VesselFinder, kapal Pertamina Pride saat ini berada 26.6 NM (49,2 km) di Teluk Persia, tepatnya sebelah timur laut dermaga Ras Tanura yang berada di wilayah Arab Saudi. Status kapal itu saat ini tengah berlabuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal yang dibangun tahun 2021 itu terakhir bersandar di Ras Tanura sekitar 12 hari yang lalu, dan sedianya ditargetkan sampai di Pelabuhan Cilacap (CXP) pada 2 April 2026 pukul 09.00 WIB.
Perlu diketahui, VesselFinder menemukan dan melacak kapal secara real-time dengan memanfaatkan jaringan penerima Automatic Identification System (AIS) berbasis darat dan satelit.
Sistem ini menangkap sinyal radio VHF dari transponder AIS di kapal, lalu memproses data posisi, kecepatan, haluan, dan identitas kapal untuk ditampilkan pada peta digital.
Gamsunoro
Kapal Gamsunoro milik Pertamina saat ini berada di barat daya Dubai, UEA Foto: VesselFinder |
Sementara itu, kapal tanker Gamsunoro berada sekitar 28,8 NM (53,3 km) barat daya Dubai, Uni Emirates Arab (UEA). Berdasarkan data AIS yang diperbarui pada pukul 13.30 WIB, kapal tersebut tengah berlayar menuju Dubai dengan status 'for orders', setelah berlabuh di Basrah Oil Terminal, Irak.
Kapal dengan nomor IMO 9677313 dan MMSI 352004258 ini merupakan tanker minyak mentah yang dibangun pada 2014.
Penyebab Hambatan Pelayaran di Selat Hormuz
Menurut laporan Al Jazeera pada Kamis (26/3/2026), penyebab utama hambatan ini adalah penerapan sistem "Toll Booth" (pos tol) oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Dikutip dari detikJogja, meskipun Parlemen Iran masih memfinalisasi undang-undang resmi, IRGC sudah menjalankan skema pemeriksaan (vetting scheme) yang ketat.
Ketua Komite Urusan Sipil Parlemen Iran, Mohammadreza Rezaei Kouchi, sebagaimana dikutip dalam laporan Al Jazeera pada Kamis (26/3/2026) dari kantor berita Tasnim dan Fars, mengatakan bahwa Iran berhak memungut biaya sebagai jaminan keamanan kapal yang melewati Selat Hormuz.
"Sama seperti di koridor lain, ketika barang melewati suatu negara, bea dibayarkan. Selat Hormuz juga merupakan koridor. Kami menjamin keamanannya, dan wajar jika kapal dan tanker membayar bea kepada kami."
Kapal yang ingin melintas wajib menghubungi perantara IRGC dan menyerahkan data sensitif (nomor IMO, dokumen kargo, hingga daftar kru). Jika lolos, kapal diberikan kode klirens dan instruksi rute khusus.
Sinyal Positif dari Iran
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyebut pemerintah Iran memberi sinyal positif untuk perlintasan dua kapal Pertamina di Selat Hormuz. Dua kapal Pertamina itu bersiap melintas setelah tertahan imbas perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
"Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Tehran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Tehran, Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz," kata jubir Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangannya, Sabtu (28/3).
Yvonne menyebut pihak Pertamina tengah menyiapkan kebutuhan teknis agar kapalnya bisa segera melintas Selat Hormuz setelah diberi izin oleh pemerintah Iran.
"Diperlukan kesiapan teknis oleh pihak Pertamina, termasuk perlindungan asuransi dan kesiapan kru kapal, sebelum ditindaklanjutinya tanggapan positif dari pemerintah Iran tersebut," ucapnya.
Dia memastikan Kemlu RI dan KBRI Tehran akan terus koordinasi dengan semua pihak terkait dalam upaya memastikan pelintasan secara aman kapal milik Pertamina di Selat Hormuz.













































