Wanita Cianjur Iseng MCU Berujung Vonis Kanker

Averus Kautsar - detikJabar
Kamis, 02 Apr 2026 13:30 WIB
Karen didiagnosis kanker setelah iseng medical check up. (Foto: IG @kareniknok dengan izin yang bersangkutan)
Jakarta -

Sebuah unggahan di Instagram dari akun @kareniknok mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat. Ia membagikan pengalaman tak terduga saat 'iseng' menjalani medical check-up (MCU), yang justru berujung pada vonis mengejutkan: kanker limfoma hodgkin atau kanker kelenjar getah bening stadium 4 awal.

"Umur 30 tahun, iseng med-check, malah divonis kanker udah masuk stadium 4 awal. Yuk teman-teman kita rajin med-check. Lebih awal terdeteksi lebih besar juga kemungkinan untuk surive-nya," ucap akun @kareniknok dalam kontennya, dikutip detikcom dengan izin yang bersangkutan.

Saat berbincang dengan detikcom, perempuan bernama asli Karen Tirtabudi (32) ini menceritakan bahwa dirinya sama sekali tidak merasakan gejala yang mencolok sebelum diagnosis medis keluar. Warga Cianjur, Jawa Barat, ini mengaku tidak mengalami penurunan berat badan drastis ataupun gangguan kesehatan umum seperti demam dan batuk berkepanjangan.

Keputusannya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pertama kalinya itu muncul hanya karena merasa ada sensasi yang tidak biasa atau 'mengganjal' di tubuhnya, terutama saat sedang tertawa atau batuk.

"Tidak ada gejala sama sekali, nggak batuk, nggak ada penurunan berat badan, demam dan seterusnya nggak ada sama sekali. Benar-benar hanya hal sepele aja, kalau kebesekan atau ketawa ngakak gitu nggak plong kayak biasanya," cerita Karen pada detikcom, Rabu (1/4/2024).

Setelah melewati serangkaian pemeriksaan intensif, Karen akhirnya didiagnosis mengidap kanker limfoma hodgkin pada akhir tahun 2023. Kondisi ini memaksanya untuk segera menjalani perawatan medis serius, termasuk harus melewati proses kemoterapi sebanyak 12 kali.

Perjuangan panjang itu membuahkan hasil manis. Pada tahun 2024, Karen dinyatakan bersih dari sel kanker. Meski begitu, ia tetap harus disiplin menjalani pemeriksaan PET Scan setahun sekali hingga tahun 2029 mendatang guna memastikan sel kanker tersebut tidak kembali lagi.

Melewati badai kesehatan di usia muda tentu bukan perkara mudah bagi Karen. Namun, dukungan penuh dari orang-orang terdekat serta keteguhan iman membuatnya mampu bertahan. Karen memilih untuk tidak tenggelam dalam kesedihan atau meratapi nasibnya.

"Tentunya aku selalu bersandar sama Tuhan Yesus. Jadi aku pikir, apapun yang terjadi, semua sudah Dia atur dan pasti yang terbaik untuk aku pribadi," cerita Karen.

Bagi Karen, menjaga pola pikir adalah kunci utama dalam menghadapi masa-masa sulit selama pengobatan.

"Jadi memang harus mengubah POV kita menjadi lebih positif dan mencoba mengalihkan pikiran ke kegiatan lain," tandasnya.

Artikel ini telah tayang di detikHealth




(avk/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork