Cerita Penumpang KA Harina Tertahan 6,5 Jam Imbas KA Ciremai Anjlok

Cerita Penumpang KA Harina Tertahan 6,5 Jam Imbas KA Ciremai Anjlok

Wisma Putra - detikJabar
Kamis, 02 Apr 2026 10:30 WIB
Evakuasi lokomotif yang anjlok di Bandung Barat.
Evakuasi lokomotif yang anjlok di Bandung Barat. (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung -

Tujuh perjalanan kereta api (KA) dibatalkan akibat anjloknya KA Ciremai relasi Semarang Tawang-Bandung di petak Maswati-Sasaksaat, Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dampak kejadian ini turut dirasakan sekitar 200 penumpang KA Harina relasi Surabaya-Bandung yang mengalami keterlambatan tiba hingga sekitar 6,5 jam. Keterlambatan terjadi karena lokomotif KA Harina digunakan untuk menarik rangkaian KA Ciremai yang anjlok.

Salah seorang penumpang, Amar Faishal (58), mengatakan semula penumpang akan diturunkan di Stasiun Rendeh dan melanjutkan perjalanan menggunakan bus yang disediakan PT KAI. Namun, rencana tersebut berubah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kereta ditarik kembali ke Stasiun Purwakarta karena Stasiun Rendeh dinilai tidak memungkinkan untuk akses bus. Kami berangkat sekitar pukul 21.00 WIB ke Purwakarta, lalu dijemput bus menuju Stasiun Bandung dan tiba sekitar pukul 22.30 WIB," ujar Amar, Kamis (2/4/2026).

Ia menyebut keterlambatan perjalanan mencapai sekitar 6,5 jam dari jadwal semula.

ADVERTISEMENT

Amar mengaku mengalami kerugian waktu dan biaya akibat keterlambatan tersebut. Meski demikian, ia memahami kondisi yang terjadi merupakan dampak bencana alam.

"Tentu ada kerugian waktu dan biaya. Tapi ini karena bencana alam, bukan kelalaian. Yang penting ada komunikasi dan informasi yang jelas kepada penumpang," katanya.

Menurut Amar, pihak KAI juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada para penumpang serta memberikan kompensasi berupa makanan, minuman, dan makanan ringan.

"Kami diberi makan, minum, dan snack," ujarnya.

Namun, ia mengungkapkan ada sejumlah penumpang lain yang mengeluhkan proses evakuasi, khususnya saat perjalanan menggunakan bus dari Purwakarta ke Bandung.

"Ada penumpang yang mengeluh karena saat di bus, kenek meminta sumbangan sukarela untuk tol. Padahal bus tersebut merupakan rekanan KAI dan tidak ada petugas yang mendampingi di dalam bus," jelasnya.

Meski demikian, Amar menilai petugas KAI telah berupaya maksimal dalam menangani situasi darurat tersebut.

"Saya melihat petugas sudah berupaya menangani kondisi darurat yang tidak terduga ini," pungkasnya.

(wip/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads