Campak Hantui Tasikmalaya: 100 Suspek, 30 Anak Positif

Campak Hantui Tasikmalaya: 100 Suspek, 30 Anak Positif

f - detikJabar
Rabu, 01 Apr 2026 18:00 WIB
Measles Diagnosis as a Doctor or nurse holding a virus positive Blood collection tube or vacutainer as a symbol for infectious viral disease outbreak as a medical public health concern.
Ilustrasi campak (Foto: Getty Images/wildpixel)
Tasikmalaya -

Penyakit campak menunjukkan tren peningkatan di Kota Tasikmalaya. Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat sepanjang tahun ini, ratusan kasus terduga (suspek) tersebar di berbagai wilayah, dengan puluhan di antaranya telah dipastikan positif.

Kondisi ini mendorong kewaspadaan pemerintah daerah. Campak dikenal sebagai penyakit menular yang penyebarannya sangat cepat, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana, mengungkapkan lonjakan kasus teridentifikasi dari laporan yang masuk serta hasil penelusuran lapangan yang saat ini masih berjalan. "Laporan kasus campak ada, suspek juga ada. Jumlah terduga sudah sekitar 100 kasus, sementara yang terkonfirmasi positif sekitar 30 orang," ujar Asep, Rabu (1/4/2026).

Sebagai langkah penanganan, Dinas Kesehatan melakukan penyelidikan epidemiologi untuk melacak sumber penularan sekaligus mengidentifikasi kontak erat. Upaya ini dilakukan guna memutus rantai penyebaran sejak dini. Selain itu, percepatan vaksinasi menjadi fokus utama, khususnya bagi balita yang belum menerima imunisasi campak.

ADVERTISEMENT

"Upaya kami meliputi penyelidikan epidemiologi dan peningkatan cakupan vaksinasi, terutama untuk balita yang belum divaksin," kata Asep.

Di sisi lain, pemerintah juga memperketat penanganan di fasilitas kesehatan melalui penerbitan surat edaran. Tenaga medis diminta melakukan deteksi dini, penanganan, serta isolasi pasien sesuai prosedur guna mencegah penularan lebih luas. "Ini penting agar tidak terjadi penularan ke tenaga kesehatan maupun keluarga pasien," kata Asep.

Sementara itu, salah seorang kader Posyandu di Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Lusi Nurasiyah, mengaku pihaknya tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit ini.

"Iya katanya penyakit tampek (campak) lagi musim ya, setiap kegiatan Posyandu kami ingatkan terus ke ibu-ibu. Tapi kalau di sini mayoritas sudah imunisasi, mudah-mudahan tidak ada," kata Lusi.

Lusi mengaku selalu menyarankan para orang tua agar segera membawa anak mereka ke fasilitas layanan kesehatan jika menunjukkan gejala sakit. "Kami sebatas mengimbau jika anak sakit segera dibawa ke dokter. Supaya bisa segera ditangani, diketahui penyakitnya, jadi penanganannya tidak terlambat," kata Lusi

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads