Eks Guru MTs Depok Sebar Brosur 'Jasa Oral Seks', Idap HIV Sejak 2014

Eks Guru MTs Depok Sebar Brosur 'Jasa Oral Seks', Idap HIV Sejak 2014

Isal Mawardi - detikJabar
Selasa, 31 Mar 2026 10:46 WIB
Ilustrasi Anak HIV
Ilustrasi HIV (Foto: iStock).
Depok -

Dunia pendidikan di Depok, Jawa Barat, diguncang kabar miring. Seorang oknum guru Madrasah Tsanawiah (MTs) berinisial IK mendadak viral usai kedapatan menyebarkan brosur 'jasa oral seks' di kawasan Tangerang Selatan. Fakta mengejutkan terungkap, pelaku diduga telah mengidap HIV selama lebih dari satu dekade.

Kepala MTs di Depok, Eka Fajriawati, mengonfirmasi kabar mengenai kondisi kesehatan tenaga pendidiknya tersebut. Informasi ini didapat setelah pihak sekolah melakukan klarifikasi langsung kepada yang bersangkutan.

"Sesuai pengakuan IK dengan Pak Jarkasih, bahwa benar jika yang bersangkutan terjangkit HIV dari tahun 2014," ujar Eka Fajriawati lewat pesan singkat, Selasa (31/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski perilaku IK di luar sekolah sangat menyimpang, Eka memastikan lingkungan pendidikan tempatnya mengajar masih dalam kondisi aman. Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya indikasi keterlibatan siswa maupun rekan sejawat dalam aksi bejat pelaku.

"Tidak ada (guru dan murid yang jadi korban IK), dan menurut pengakuan yang bersangkutan juga tidak pendekatan sama sekali dengan murid di sekolah," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Aksi nekat IK ini sebelumnya memicu kegaduhan di jagat maya. Dalam brosur yang disebarkannya, pelaku secara terang-terangan mematok tarif untuk layanan seksual sesama jenis dengan klasifikasi harga yang menyasar berbagai kalangan.

Brosur tersebut mencantumkan harga Rp 20 ribu untuk pelajar, Rp 50 ribu untuk mahasiswa, dan Rp 100 ribu bagi kategori dewasa. Tak hanya itu, IK juga berani menyertakan nomor kontak pribadinya dalam lembaran promosi tersebut.

Aksi pelaku akhirnya terhenti pada Kamis (26/3) malam di Jalan Batam, Kelurahan Benda, Kecamatan Pamulang, Tangsel. Kapolsek Pamulang AKP Galih Febri Saputra membeberkan kronologi penangkapan yang bermula dari laporan warga yang merasa risih.

"Awalnya ada seseorang yang tidak dikenal tiba-tiba menghampiri warga tersebut sambil menawarkan dan memberikan sebuah lembaran yang tertuju mengenai berhubungan seks dengan sesama jenis," jelas Galih dalam keterangannya, Senin (30/3).

Artikel ini sudah tayang di detikNews, baca selengkapnya di sini.



(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads