Paguyuban Pasundan Ingatkan Pentingnya Persatuan hingga Arah Pendidikan

Paguyuban Pasundan Ingatkan Pentingnya Persatuan hingga Arah Pendidikan

Oris Riswan Budiana - detikJabar
Selasa, 31 Mar 2026 01:02 WIB
Silaturahmi PB Paguyuban Pasundan.
Silaturahmi PB Paguyuban Pasundan. (Foto: Istimewa)
Bandung -

Keluarga Besar Paguyuban Pasundan menggelar silaturahmi pasca Idul Fitri pada Senin (30/3/2026) di Kantor Paguyuban Pasundan, Kota Bandung. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 1.000 anggota dari berbagai daerah, mulai dari jajaran Dewan Pangaping, pengurus wilayah dan cabang, hingga pimpinan lembaga pendidikan di bawah naungan Pasundan.

Hadir pula unsur Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT), Yayasan Pendidikan Dasar Menengah (YPDM), rektorat dan sivitas akademika Universitas Pasundan, pimpinan STIE, STKIP, dan STH Pasundan, serta para guru, dosen, dan tenaga kependidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi dalam sambutannya menyampaikan penghormatan kepada jajaran Dewan Pangaping, di antaranya Mayjen (Purn) Tb. Hasanuddin, Komjen Pol. (Purn) Mochamad Iriawan, KH. Habib Syarief Muhammad Alaydrus, Mayjen TNI (Purn) Deni K. Irawan, Ustaz Aam Amirudin.

Dalam pesannya, Didi Turmudzi menekankan Ramadan harus menjadi bekal untuk membentuk pribadi yang unggul, baik dalam keimanan maupun karakter.

ADVERTISEMENT

"Puasa sejatinya menjadi bekal untuk melahirkan hamba Allah yang memiliki ilmu yang tinggi, membentuk karakter pejuang, pemberani, petarung dan pantang menyerah. Ramadhan juga semestinya memberikan efek luar biasa kepada seorang muslim dan umat Islam secara keseluruhan, yaitu berupa kemauan untuk meraih kembali kemuliaan Islam dan Ummatnya," kata Didi dalam keterangannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak terprovokasi oleh upaya adu domba. Ia bahkan turut mengajak untuk mendoakan Palestina dan Iran. "Kita doakan semoga bangsa Palestina, dan bangsa Persia (Iran) selamat dari ujian yang sangat berat ini," paparnya.

Selain itu, ia berpesan agar para pimpinan di lingkungan Paguyuban Pasundan tetap berada di jalur yang benar dalam membina generasi muda.

"Celup anak-anak, para mahasiswa dengan celupan keIslaman yang kuat dan budaya lokal," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pangaping, Mayjen (Purn) Tb. Hasanuddin menekankan pentingnya kedekatan antara pengurus pusat dan daerah agar program organisasi benar-benar dirasakan manfaatnya.

"Konsep dari pusat harus diimplementasikan turun ke lapangan agar bermanfaat nyata," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar Paguyuban Pasundan terus memperkuat jati diri Sunda melalui pendidikan, budaya, dan semangat gotong royong.

Senada dengan itu, Dewan Pangaping Komjen Pol. (Purn.) Mochamad Iriawan mengapresiasi peran Paguyuban Pasundan sebagai organisasi bersejarah yang telah memberi kontribusi besar bagi masyarakat Sunda. Ia menyebut usia organisasi ini hampir seiring dengan Persib Bandung sebagai simbol kebanggaan daerah.

Menurutnya, Paguyuban Pasundan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong kemajuan pendidikan, kemandirian, serta martabat masyarakat Sunda agar mampu bersaing di era modern. Nilai-nilai kearifan lokal seperti keseimbangan hidup, gotong royong, dan tata krama tetap menjadi fondasi utama.

Iriawan pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga jati diri budaya, sekaligus adaptif dan inovatif menghadapi tantangan zaman.

Di kesempatan yang sama, Dewan Pakar Paguyuban Pasundan Brian Yuliarto menyampaikan ucapan maaf lahir dan batin melalui video streaming. Ia berharap Paguyuban Pasundan terus berkontribusi dalam memajukan bangsa dan negara.

Rangkaian acara ditutup dengan tausiah dari Ustaz Aam Amirudin yang mengulas makna silaturahmi ba'da Idul Fitri sebagai momentum mempererat ukhuwah, memperbaiki hubungan sosial, serta menjaga nilai-nilai keislaman dan budaya Sunda.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads