Hasil Visum Lansia Tewas Telungkup Sukabumi, Ada Luka di Dahi-Jari

Hasil Visum Lansia Tewas Telungkup Sukabumi, Ada Luka di Dahi-Jari

Siti Fatimah - detikJabar
Senin, 30 Mar 2026 20:14 WIB
Proses visum pria yang ditemukan tewas di parit
Proses visum pria yang ditemukan tewas di parit (Foto: Siti Fatimah/detikJabar).
Sukabumi -

Hasil visum terhadap jasad lansia yang ditemukan tewas telungkup di parit kawasan Warudoyong, Kota Sukabumi, mengungkap sejumlah luka pada tubuh korban. Namun, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan lantaran tidak dilakukan autopsi.

Humas RSUD Syamsudin SH, dr Irfanugraha, mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 2 hingga 6 jam sebelum visum dilakukan.

"Untuk perkiraan lama kematian sekitar 2-6 jam sebelum pemeriksaan. Saat diperiksa sudah ada lebam mayat dan kaku mayat di sendi kecil, namun masih bisa dilawan," kata Irfanugraha, Senin (30/3/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, visum dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB. Dengan demikian, waktu kematian diperkirakan terjadi dalam rentang pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.

Selain itu, ditemukan luka terbuka di bagian dahi dan jari-jari, serta sejumlah luka lecet pada area perut dan anggota gerak korban.

ADVERTISEMENT

"Luka terbuka di area dahi dan jari-jari, kemudian ada beberapa luka lecet di perut dan anggota gerak. Dari karakter lukanya, kemungkinan disebabkan oleh benda tumpul karena tepinya tidak rata dan tidak dalam," ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab pasti kematian tidak dapat disimpulkan tanpa prosedur autopsi. "Penyebab pasti kematian harus melalui autopsi," ucapnya.

Berdasarkan keterangan awal pihak keluarga, korban yang diperkirakan berusia 55 hingga 60 tahun tersebut awalnya disebut tidak memiliki riwayat penyakit kronis yang membahayakan.

Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli menjelaskan, jasad pria bernama Enan (59) tersebut merupakan warga Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong. Korban ditemukan pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

"Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di aliran parit di kawasan Perumahan Cemerlang Indah Residence, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi," kata Ade.

Penemuan jasad bermula saat seorang saksi, Deni Artha Pringa, hendak berangkat kerja dan melihat korban dalam posisi telungkup di aliran air tak jauh dari rumahnya. Deni kemudian memberi tahu warga lain dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Warudoyong.

Dari keterangan lanjutan pihak keluarga, korban diketahui sempat keluar rumah sekitar pukul 06.30 WIB untuk mencari rumput di sekitar lokasi kejadian. Belakangan diketahui, korban ternyata memiliki riwayat penyakit vertigo dan keluhan pada bagian kaki.

Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta meminta keterangan sejumlah saksi.

"Namun demikian, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan," tutupnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Terungkap Brigadir Nurhadi Dicekik Sebelum Tewas di Kolam Vila"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads