Jadwal Lengkap Fenomena Langit April 2026 di Indonesia

Jadwal Lengkap Fenomena Langit April 2026 di Indonesia

Shifa Lupiah Ajijah - detikJabar
Selasa, 31 Mar 2026 09:30 WIB
UNGARAN, INDONESIA - APRIL 6: Full Pink Moon shines over the Al-Ikhlas Mosque in Ungaran, Central Java Province, Indonesia, in the early morning of April 6, 2023. (Photo by WF Sihardian/Anadolu Agency via Getty Images)
Pink Moon (Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency).
Bandung -

Bulan April 2026 menawarkan berbagai fenomena langit luar biasa bagi penduduk Bumi, khususnya di wilayah Indonesia.

Kejelasan langit di masa peralihan musim ini menjadi kesempatan emas untuk mengamati langit, baik dengan mata telanjang maupun bantuan teleskop sederhana.

Berikut adalah rangkuman detikJabar mengenai jadwal lengkap fenomena langit pada bulan April yang dilansir dari berbagai sumber.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pink Moon

Pada pertengahan bulan, tepatnya 13 April 2026, akan hadir Pink Moon. Namanya mengacu pada bunga Phlox subulata yang mekar di musim semi belahan Bumi utara. Perlu dicatat, pada fenomena ini bulan tidak benar-benar berubah warna menjadi merah muda. Cahaya terang bulan purnama ini akan mendominasi langit malam dan dapat dinikmati dengan jelas dari area terbuka.

Bulan di Dekat Gugus Bintang Pleiades

Fenomena ini akan berlangsung mulai 1 April 2026. Bulan sabit akan melintasi Pleiades, gugus bintang paling terang yang dapat dilihat langsung tanpa alat bantu. Meski gugus ini terdiri dari seribu bintang, hanya sekitar enam bintang yang biasanya tampak cukup terang bagi mata manusia.

ADVERTISEMENT

Elongasi Merkurius

Tepat pada 3 April 2026, planet terkecil di tata surya kita, Merkurius, akan mencapai titik Elongasi Barat Terbesar. Ini merupakan momen terbaik untuk melihat Merkurius sebelum Matahari terbit. Planet ini akan tampak sebagai titik cahaya terang yang stabil di ufuk timur, posisi tertinggi yang bisa dicapai dari sudut pandang pengamat di Bumi.

Perihelion Komet MAPS

Perihelion adalah titik terdekat komet dengan Matahari dalam orbitnya. Fenomena ini diprediksi terjadi pada 4 April 2026. Saat mendekati pusat tata surya, panas Matahari akan menguapkan es pada komet sehingga menciptakan ekor gas dan debu yang panjang. Pengamat di Indonesia dapat memantau komet ini menggunakan binokular atau teleskop kecil.

Tarian Tata Surya di Cakrawala

Fenomena yang paling dinanti adalah Parade Planet yang berlangsung antara 16 hingga 23 April 2026. Selama periode ini, beberapa planet utama akan tampak berbaris di satu garis imajiner di langit malam. Peristiwa konjungsi multipel ini tergolong jarang terjadi.

Puncaknya terjadi pada 18-19 April, saat terjadi Konjungsi Bulan, Pleiades, dan Venus. Venus akan bersinar sangat terang berdampingan dengan gugus bintang Pleiades (Tujuh Bersaudara) dan bulan sabit tipis.

Puncak Hujan Meteor Lyrids

Hujan Meteor Lyrids akan mencapai puncaknya pada 22 April 2026. Meteor ini berasal dari partikel debu Komet C/1861 G1 Thatcher. Lyrids dikenal karena sering menghasilkan kilatan cahaya terang yang disebut bola api (fireballs).

Hujan Meteor Pi Puppid

Pada 24 April, Hujan Meteor Pi Puppid juga akan terjadi. Berbeda dengan Lyrids, Pi Puppid lebih baik diamati dari belahan Bumi selatan, termasuk sebagian besar wilayah Indonesia. Mengamati hujan meteor tidak membutuhkan alat bantu. Anda cukup berbaring di area gelap yang minim polusi cahaya untuk menikmati goresan cahaya di langit malam.

Eksplorasi Galaksi Pusaran Air Sepanjang April

Sepanjang April, Galaksi Pusaran Air (Whirlpool Galaxy atau M51) dapat diamati melalui teleskop. Galaksi spiral ini terletak di rasi bintang Canes Venatici. Dengan struktur lengan spiral yang jelas, M51 menjadi objek favorit untuk dipelajari guna memahami interaksi antargalaksi di alam semesta.

Demikian rangkuman terkait jadwal lengkap terjadinya fenomena langit pada bulan April ini. Persiapkan perangkat pengamatan atau sekadar seduh kopi hangat untuk menemani malam-malam penuh bintang ini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Hujan Meteor Sextantids Akan Hiasi Langit pada Akhir September"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads