Profil Praka Farizal Rhomadhon: Anggota Yonif 113/JS yang Gugur di Lebanaon

Kabar Nasional

Profil Praka Farizal Rhomadhon: Anggota Yonif 113/JS yang Gugur di Lebanaon

Tim detikNews - detikJabar
Senin, 30 Mar 2026 15:53 WIB
Batalyon 113 Jaya Sakti mengucapkan belasungkawa atas gugurnya Praka Farizal Rhomadhon dalam serangan Israel  di Lebanon. (Foto: screenshot IG Yonif 113/JS).
Praka Farizal Rhomadhon (Foto: Screenshot IG Yonif 113/JS)
Bandung -

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya salah satu prajurit terbaiknya, Praka Farizal Rhomadhon, saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Prajurit yang berasal dari Yonif 113/Jaya Sakti (JS) Brigade Infanteri 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda, Aceh ini, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan di wilayah Lebanon Selatan.

Dilansir detikNews, Senin (30/3/2026), Praka Farizal Rhomadhon menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS. Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, terutama karena ia meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang baru berusia dua tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kronologi Serangan di Markas UNIFIL

Insiden tersebut terjadi pada Minggu (29/3/2026) di markas UNIFIL yang terletak di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi kontak senjata antara militer Israel (IDF) dan kelompok Hizbullah.

Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Narsullah, menjelaskan bahwa serangan tersebut mengenai prajurit yang sedang bertugas di lapangan. "Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut menimpa Prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL," ungkap Aulia dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).

ADVERTISEMENT

Insiden maut ini terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, di tengah meningkatnya eskalasi antara militer Israel (IDF) dan kelompok Hizbullah. Sebuah ledakan proyektil mengenai markas UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan.

Selain Praka Farizal yang gugur, serangan artileri tersebut juga melukai tiga prajurit TNI lainnya, yaitu:

  • Praka Rico Pramudia (mengalami luka berat/kritis dan telah dievakuasi ke Beirut)
  • Praka Bayu Prakoso (luka ringan)
  • Praka Arif Kurniawan (luka ringan)

Kecaman Internasional dan Investigasi PBB

Pihak UNIFIL hingga kini masih melakukan investigasi menyeluruh untuk menentukan asal proyektil yang menyebabkan ledakan di markas mereka. UNIFIL juga mengeluarkan peringatan keras terkait serangan terhadap personel penjaga perdamaian.

"Serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang," tegas pihak UNIFIL melalui pernyataan resminya.

Senada dengan hal tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras aksi kekerasan yang menelan korban jiwa prajurit TNI. Indonesia juga mendesak semua pihak untuk menghormati kedaulatan Lebanon dan menghentikan serangan terhadap penduduk sipil maupun infrastruktur.

"Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,"tulis akun resmi Kemlu RI.

Saat ini, jasad Praka Farizal Rhomadhon disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ). Pihak TNI bersama KBRI Beirut tengah mengurus proses administrasi untuk segera memulangkan jenazah almarhum ke tanah air. TNI menegaskan akan terus memonitor situasi di Lebanon dan meningkatkan kewaspadaan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL di tengah dinamika daerah penugasan yang memanas.



(bbp/bbp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads