Laswee Creative Space, Ruang Kolektif di Bandung yang Bikin Betah

Laswee Creative Space, Ruang Kolektif di Bandung yang Bikin Betah

Firyal Hanan Maulida - detikJabar
Senin, 30 Mar 2026 10:00 WIB
Laswee Creative Space di Bandung
Laswee Creative Space di Bandung. Foto: Firyal Hanan Maulida
Bandung -

Di antara deretan bangunan bersejarah dan hiruk-pikuk kendaraan, muncul sebuah titik temu, yakni Laswee Creative Space. Lebih dari sekadar tempat bersantai, area kolektif ini telah menjelma menjadi pusat gaya hidup baru yang menggabungkan elemen kuliner, fashion, hingga ruang terbuka hijau.

Salah satu pengunjung yang terpikat oleh pesona tempat ini adalah Filah (23). Ketertarikannya bermula dari unggahan di media sosial yang sering lewat di lini masanya. Penasaran, ia pun berkunjung dan kini tercatat sudah beberapa kali datang kembali. Baginya, Laswee bukan sekadar tempat singgah, melainkan destinasi berkumpul paket lengkap yang menawarkan variasi pengalaman dalam satu area.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya biasa nongkrong sih, di Laswee juga kan ada tenant-tenant bukan cuman makanan, ada minuman juga," ujar Filah saat ditemui di sela-sela waktu santainya oleh detikJabar (26/3/2024).

Keunikan Laswee memang terletak pada konsep collective space-nya. Bukan hanya berisi deretan meja makan, tempat ini menghadirkan industri kreatif seperti fashion dengan budaya ngopi yang kental di Bandung. Filah melihat penggabungan ini sebagai langkah cerdas karena pengunjung tidak akan merasa bosan dengan aktivitas yang itu-itu saja. Ada sebuah ekosistem yang terbentuk, di mana hobi dan selera kuliner bertemu di satu titik koordinat.

ADVERTISEMENT

"Jadi kita tuh kesini bukan cuma buat kulineran doang. Mungkin dari fashion juga ada ya di sini. Dan kebanyakan orang-orang yang ke sini juga mungkin rata-rata dari family gitu ya. Dari keluarga, terus mungkin dari anak-anak dan remaja seperti itu," tambahnya.

Filah mengaku bisa menghabiskan waktu berjam-jam di sini. Rasa betah itu muncul bukan tanpa alasan. Selain pilihan makanan dan minumannya yang dianggap memuaskan lidah, struktur ruang yang luas memberikan rasa bebas. Sebagai sebuah ruang kolektif, Laswee menyediakan banyak celah bagi pengunjung untuk memilih sudut favorit mereka, entah itu untuk sekadar berbincang atau menikmati waktu sendiri.

"Di sini kita bisa apa aja gitu ya. Karena kebetulan kan kolektif space juga gitu ya. Jadi ruangnya banyak juga sih kak," ungkap Filah.

Daya tarik utama Laswee yang sering dipuji adalah suasananya. Pepohonan yang rindang memberikan kesan teduh yang jarang ditemukan di pusat kota yang padat. Filah merasa atmosfer di sini sangat mendukung untuk melepas penat atau istilah populernya, healing tipis-tipis. Namun, sebagai ruang terbuka, Laswee memiliki tantangan klasiknya sendiri, terutama saat cuaca Bandung sedang tidak menentu.

"Suasana mungkin ambience-nya enak ya, teduh. Terus kalau misalnya nggak panas juga, adem sih di sini tuh. Cuman kalau misalnya hujan doang kak di sini tuh misbar ya, gerimis bubar kayak gitu," canda Filah.

Meski sudah merasa nyaman, Filah tetap memberikan masukan yang konstruktif. Sebagai pengunjung setia, ia berharap pengelola bisa meningkatkan fasilitas pendukung seperti toilet dan tempat ibadah agar pengunjung bisa menetap lebih lama dengan nyaman. Ia juga menyarankan adanya area yang sedikit tertutup sebagai proteksi saat hujan turun agar aktivitas pengunjung tidak terhenti.

"Menurut saya pribadi mungkin ya, WC bisa ditambahin. Terus musala juga bisa di agak gedein gitu ya. Terus kalau misalnya bisa sih kak, di sini tuh karena ruang space terbuka ya, jadi sebagian mungkin ya harus ada yang ditutupi ya. Jadi setelah hujan kita bisa stay gitu di tempat kayak gitu," tuturnya penuh harap.

Sudut Pandang Pekerja: Pelarian Singkat dari Rutinitas

Berbeda dengan Filah yang datang untuk sekadar bersantai, Intan (31) mengenal Laswee karena alasan lokasi. Sebagai pekerja kantoran yang lokasinya tak jauh dari sana, Laswee menjadi pelarian yang strategis. Intensitas kunjungannya cukup tinggi, bisa dua hingga tiga kali dalam seminggu. Bagi Intan, tempat ini adalah jawaban untuk kebutuhan asupan energi di tengah kesibukan, mulai dari makanan berat hingga camilan.

"Beli bakso, kopi, kayak ice gelato ini," kata Intan saat berbincang dengan detikJabar (26/3/2024).

Intan juga sepakat bahwa konsep multi-aspek di Laswee adalah nilai tambah yang besar. Kehadiran tenant fashion di tengah area kuliner memberikan pengalaman visual yang berbeda. Pengunjung tidak hanya datang untuk mengenyangkan perut, tetapi juga bisa memanjakan mata dengan melihat koleksi pakaian atau sekadar berburu foto untuk konten di media sosial.

"Bagus sih, jadi orang gak fokus terus ke makanan, bisa foto juga, bisa lihat-lihat baju juga gitu," jelas Intan.

Satu hal yang paling membedakan Laswee dengan kafe atau tempat lain adalah konsep outdoor-nya yang kuat. Intan merasa kebebasan di ruang terbuka memberikan kesegaran tersendiri. Namun, ia juga membayangkan alangkah lebih nyamannya jika ada furnitur yang lebih santai untuk duduk lama, seperti sofa, untuk melengkapi konsep ruang terbuka tersebut.

"Ini kan lebih terbuka ya, outdoor. Cuman, kalau saran aku ya, boleh saran gak sih? Adain sofa gak sih gitu?" ucapnya sambil tertawa kecil.

Pengalaman Intan selama berkunjung ke Laswee sejauh ini sangat positif. Ia sangat menikmati bagaimana udara bebas mengalir di antara meja-meja pengunjung. Walaupun ia tidak menampik bahwa cuaca, baik itu panas terik maupun hujan, masih menjadi faktor penentu kenyamanan di ruang terbuka seperti ini.

"Sejauh ini, ini sih enak sih, menikmati banget gitu kayak suasananya kan di ruangan terbuka. Cuman ya kalau misalnya panas ya dia panas banget gitu, gerah," akuinya.

Menutup perbincangan, Intan menitipkan harapan yang serupa dengan pengunjung lainnya terkait fasilitas dasar. Sebagai pengunjung yang sering menghabiskan waktu di sana, ia menyoroti kebersihan toilet dan kebutuhan akan area khusus yang bebas asap rokok (indoor) bagi mereka yang tidak merokok atau ingin menghindari cuaca panas.

"Kalau dari aku perbaiki ini sih toilet, sama kalau ada ruangan yang indoor-nya lah buat yang no-smoking gitu," pungkasnya.

Laswee Creative Space telah berhasil menjadi magnet bagi warga Bandung. Dengan segala kelebihan ambience yang teduh dan konsep kolektif yang dinamis, tempat ini membuktikan bahwa ruang publik yang dikelola dengan kreatif bisa menjadi bagian penting dari kesehatan mental dan gaya hidup masyarakat. Meski perbaikan fasilitas masih dinanti, Laswee tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari sudut adem di tengah riuhnya kota.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads