Seorang pemilik apartemen di China mengalami kejadian tak terduga setelah unit miliknya yang disewakan berubah menjadi kandang ayam. Hunian yang semula bersih dan nyaman itu kini dalam kondisi kotor, rusak, dan berbau menyengat.
Melansir detikProperti, pemilik yang identitasnya tidak diungkap tersebut memiliki sebuah apartemen terjangkau yang telah disewakan selama dua tahun. Selama periode tersebut, ia tidak pernah mengecek kondisi unitnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecurigaan muncul ketika ia akhirnya memutuskan untuk mengunjungi apartemen tersebut. Saat hendak membuka pintu, ia langsung mencium bau busuk yang berasal dari dalam ruangan.
Setelah pintu dibuka, ia dibuat terkejut oleh pemandangan di dalam apartemen. Puluhan ayam terlihat berkeliaran bahkan beterbangan di dalam unit. Kondisi interior apartemen juga rusak parah akibat dipenuhi kotoran ayam.
Ayam-ayam tersebut tidak hanya berada di ruang tamu, tetapi juga ditempatkan dalam kandang berukuran cukup besar di salah satu sudut ruangan. Jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan ekor.
Peristiwa ini sempat viral di media sosial pada 2025. Pemilik apartemen mengeluhkan kondisi unitnya yang kini tidak layak huni akibat bau menyengat serta kerusakan pada lantai dan dinding.
"Ini sangat bau. Baik lantai maupun dindingnya rusak parah. Perlu perbaikan dan harus didekorasi (ulang) semuanya. Kalau nggak begitu, nggak ada yang bisa tinggal di sini," kata pemilik apartemen tersebut dalam unggahannya di media sosial.
"Aku marah banget!" tambahnya.
Yang lebih mengejutkan, saat pemilik datang, penyewa apartemen tersebut diketahui sedang beristirahat di kamar tidur.
Pemilik memperkirakan biaya perbaikan unit akan jauh lebih besar dibandingkan total biaya sewa yang diterimanya selama dua tahun terakhir. Ia pun meminta saran kepada warganet terkait langkah yang dapat diambil untuk menghadapi penyewa tersebut.
Menanggapi kasus ini, pengacara dari Firma Hukum Jilin Subang, Zhang Ying, menyatakan bahwa hukum perdata di China memungkinkan pemilik rumah mengakhiri kontrak sewa jika properti digunakan tidak sesuai peruntukan.
"Bahkan jika kontrak mereka tidak mencantumkan tujuan penggunaan properti, pemilik rumah masih dapat meminta penyewa untuk memberikan kompensasi karena rumah tersebut hancur karena penggunaan yang tidak wajar oleh penyewa," ujarnya kepada media lokal.
Kasus semacam ini disebut bukan yang pertama terjadi. Menurut South China Morning Post, konflik antara pemilik dan penyewa properti telah menjadi isu yang kerap muncul dalam beberapa tahun terakhir di China.
Salah satu kasus serupa terjadi pada 2021 di Shanghai. Seorang pemilik apartemen menggugat penyewanya karena mengubah unit tersebut dan menyewakannya kembali kepada pihak lain, meskipun hal itu dilarang dalam kontrak.
Artikel ini sudah tayang di detikProperti
