Analisa Sementara Penyebab Kematian Huru dan Hara di Bandung Zoo

Analisa Sementara Penyebab Kematian Huru dan Hara di Bandung Zoo

Rifat Alhamidi - detikJabar
Kamis, 26 Mar 2026 17:01 WIB
Bandung Zoo disegel
Bandung Zoo (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Dua anak harimau Benggala, Huru dan Hara, mati saat berada di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo. Keduanya terjangkit virus panleukopenia yang dibawa indukannya.

Humas BBKSDA Jabar Ery Mildranaya mengatakan, saat ini, proses nekropsi atau pemeriksaan terhadap bangkai satwa sedang dilakukan. Dari analisa sementara, virus tersebut bisa muncul karena berbagai faktor, termasuk genetika.

"Penyebabnya bisa berasal dari berbagai faktor. Penularan bisa terjadi dari banyak sumber, termasuk interaksi dengan lingkungan sekitar," katanya, Kamis (26/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ery menyatakan, detail penyebab kematian Huru dan Hara nanti akan disampaikan secara resmi pada Senin (29/3) mendatang. Namun yang pasti, gejala awal menunjukkan keduanya mengalami masalah diare hingga kesulitan mengkonsumsi pakan.

ADVERTISEMENT

"Secara teori, anak satwa memang lebih rentan terhadap infeksi. Ada kemungkinan juga penularan dari induk, namun hal ini masih perlu pendalaman lebih lanjut," ungkapnya.

"Kami belum bisa memastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. Namun, saat terlihat adanya penurunan kondisi pada anakan, petugas segera melakukan isolasi ke kandang karantina dan melakukan penanganan intensif, termasuk upaya diagnosis untuk menentukan terapi yang tepat. Setelah dilakukan pemeriksaan, barulah diketahui bahwa satwa tersebut positif panleukopenia," bebernya menambahkan.

Tim Medis BBKSDA Jabar drh Agnisa mengatakan, Huru dan Hara dinyatakan positif terjangkit virus panleukopenia. Meski sempat mendapat penanganan, sayangnya, nyawa kedua satwa tersebut tidak bisa diselamatkan.

"Seperti yang disampaikan, dua anak harimau tersebut telah kami lakukan rapid test dan dinyatakan positif terjangkit virus panleukopenia. Saat gejala mulai muncul, kami langsung melakukan pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis secara pasti. Sampel yang diambil dari feses menunjukkan hasil positif panleukopenia pada kedua anakan tersebut," pungkasnya.




(ral/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads