Cerita Nadine, Mudik Ekstrem 1.615/ Km Naik Motor Selama 12 Hari

Cerita Nadine, Mudik Ekstrem 1.615/ Km Naik Motor Selama 12 Hari

Gresnia Arela Febriani - detikJabar
Kamis, 26 Mar 2026 10:33 WIB
Mudik
Foto: Dok. Instagram @nadiineettt.
Bandung -

Jarak 1.615 kilometer nyatanya bukan halangan bagi seorang wanita tangguh untuk pulang ke kampung halaman dengan cara yang anti-mainstream. Di saat mayoritas orang mengejar kenyamanan pesawat atau kereta api, ia justru memilih membelah aspal Pulau Bali hingga Jawa hanya bermodalkan sepeda motor bebek.

Kisah perjalanan luar biasa dari Denpasar menuju Tangerang ini mendadak viral di jagat maya. Melalui akun Instagram pribadinya, aksi nekat namun penuh makna ini memicu decak kagum netizen yang penasaran bagaimana ia menaklukkan jalur lintas provinsi seorang diri.

Lewat unggahan di akun @nadiineettt, ia mendokumentasikan setiap jengkal perjalanannya. Durasi 12 hari yang ditempuh membuktikan bahwa misi ini bukan sekadar adu cepat sampai tujuan, melainkan sebuah petualangan yang dinikmati setiap detiknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam potongan video yang dibagikan, terlihat potret suka duka di jalanan. Mulai dari kepulan asap kendaraan besar, momen istirahat di pinggir jalan saat lelah melanda, hingga keteguhan hatinya menerjang jarak demi sebuah kata "pulang".

"POV: mudik Denpasar - Tangerang 1.615 km dalam 12 hari," tulis akun Instagram @nadiineettt.

ADVERTISEMENT

Postingan tersebut langsung diserbu warganet hingga meraup lebih dari 131 ribu Likes. Kolom komentar pun penuh dengan nada takjub.

"Keren ih, tapi salfok kakaknya tetep glowing dan tida gosong abis jalan jauuh😭," takjub akun @mhmdyaan.

"Asik kalo emang niat sambil traveling," saut akun @brenda.anitaa.

"Woooo...solo touringπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ”₯," kagum akun @ayulianabudiman.

Di balik layar video viral tersebut, sosok wanita tangguh ini adalah Nadine Tan. Ia merupakan seorang videografer sekaligus pengelola klinik fisioterapi asal Gading Serpong, Tangerang. Bagi Nadine, perjalanan ribuan kilometer ini bukan sekadar urusan pindah lokasi, tapi sebuah misi pencarian jati diri.

"Inti dari postingan itu sebenarnya tentang perjalanan self-love dan proses healing aku, kak. Kebetulan aku juga baru sembuh. Dulu aku terbiasa jadi people pleaser, rela berkorban waktu, tenaga, dan perasaan sampai mengesampingkan batasan diriku sendiri demi orang lain," ungkap Nadine saat dikonfirmasi.

Nadine bercerita bahwa motor bebek kesayangannya yang akrab disapa 'Yanto' menjadi saksi bisu transformasinya. Perjalanan solo riding ini menjadi simbol transisi baginya untuk mulai memprioritaskan diri sendiri di atas ekspektasi orang lain.

"Lewat perjalanan ini dan waktu sendirian di jalan, aku disadarkan bahwa energi, kesetiaan, dan kebaikan yang selama ini habis aku kasih ke orang lain, ternyata jauh lebih layak dan harus aku berikan untuk diriku sendiri," tambahnya.

Petualangan yang dimulai sejak 25 Februari hingga 8 Maret ini dilakukan Nadine tepat setelah pekerjaan komersialnya di Bali rampung. Alih-alih memilih transportasi instan, ia memilih berkendara santai selama 12 hari, termasuk singgah 2 hari di Banjarnegara dan 4 hari di Bandung untuk menjaga kondisi fisiknya.

Tentu saja, perjalanan sejauh itu penuh tantangan fisik maupun mental. Nadine harus berkompromi dengan cuaca ekstrem dan kondisi motornya yang sudah berusia lebih dari satu dekade.

"Namanya solo riding pakai motor bebek, pasti ada aja dramanya. Terutama cuaca yang terik banget tiba-tiba hujan deras. Terus jok motorku nggak pernah diganti selama 12 tahun jadinya gampang bikin pegel," tuturnya sambil tertawa.

Namun, Nadine memilih berdamai dengan keadaan. Jika lelah, ia menepi sejenak untuk menyesap kopi sambil menikmati pemandangan. Baginya, hambatan fisik justru mengajarkannya untuk hidup lebih mindful. Menariknya, tantangan terberat justru datang dari dalam pikirannya sendiri.

"Tapi jujur hambatan yang paling berat tuh mentalnya kak. Karena sepanjang jalan suka kepikiran hal-hal yang somehow nggak mau kita pikirin, atau dapat perspektif baru dari hal-hal atau pembicaraan kita sama orang lain. Kadang penerimaan diri sendiri atau akan sesuatu yang kita nggak bisa ubah itu yang berat," akunya jujur.

Meski sempat membuat orang tuanya was-was, kemandirian Nadine di dunia outdoor* akhirnya mendapat dukungan penuh. Ia menyiasati kecemasan keluarga dengan rajin mengirimkan *update lokasi setiap kali beristirahat.

Menutup kisahnya, Nadine menitipkan pesan menyentuh bagi para perempuan yang mungkin sedang merasa kehilangan arah. Ia menekankan pentingnya memiliki "ruang aman" untuk mengatur ulang pikiran dan emosi.

"Nggak apa-apa kalau saat ini kalian lagi ada di fase hidup yang berat, merasa habis-habisan, atau kehilangan arah. Kadang, kita cuma butuh waktu dan ruang sendiri untuk me-reset pikiran. Nggak harus selalu ridingmotor jarak jauh kayak aku, tapi temukanlah 'ruang aman' kalian masing-masing. Berani ambil kendali atas kebahagiaanmu sendiri, karena pada akhirnya, diri kita sendiri lah yang paling layak untuk kita perjuangkan."


Artikel ini sebelumnya telah tayang di wolipop dengan judul "Viral! Wanita Tempuh 1.615 KM Naik Motor 12 Hari Demi Mudik ke Tangerang". Baca artikel aslinya di sini




(tya/tey)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads