Teka-teki mengenai besaran omzet dari penarikan retribusi parkir di kawasan Pantai Karangnaya, Cikakak, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terkuak.
General Manager Grand Inna Samudra Beach Hotel (GISBH) Reza Bram Adiguna membeberkan rincian jumlah kendaraan yang masuk serta alur pengelolaan uang hasil pungutan tersebut.
Dalam keterangannya, Bram merinci selama masa libur Lebaran, volume kendaraan yang masuk ke kantong parkir Karangnaya mencapai ratusan unit setiap harinya. Pihak hotel mencatat rata-rata kunjungan dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren yang cukup tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rata-rata sih mobil 100 sampai 125-an per hari. Motor bisa dua kali lipatnya, 200, tapi tidak menentu 3 hari terakhir segituan Kang," ungkap Bram menjelaskan data kunjungan wisatawan ke area yang bersisian dengan hotel pelat merah tersebut.
Dengan tarif yang dipatok sebesar Rp 30.000 untuk mobil dan Rp 10.000 untuk sepeda motor, estimasi pendapatan kotor dari sektor parkir ini diprediksi mencapai jutaan rupiah per hari hanya dari satu titik lokasi.
Bram menegaskan seluruh pendapatan tersebut dikelola langsung oleh manajemen hotel sebagai pendapatan resmi perusahaan.
"Jadi semua itu masuk ke hotel, jadi yang ke hotel. Kalau yang jagain kita bayar hariannya seperti itu. Jadi mereka Sabtu-Minggu sama kerja juga seperti itu Kang," jelasnya mengenai skema kompensasi bagi warga yang membantu pengamanan di lapangan.
Transparansi ini muncul setelah viralnya keluhan warganet terkait tarif parkir yang dinilai mahal namun tidak dibarengi dengan pelayanan yang memadai. Dalam unggahan yang beredar, pengunjung mengeluhkan kondisi parkir yang semrawut hingga harus bergotong-royong menggeser mobil yang menghalangi jalan keluar.
Sebelumnya, pihak hotel menekankan bahwa dari total pendapatan tersebut, terdapat kewajiban pajak pembangunan (PB1) yang disetorkan secara rutin kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Bapenda.
Tahun lalu, gabungan pendapatan dari kawasan Karangnaya dan hotel diklaim menyumbang pajak hingga hampir Rp 2 Miliar ke kas daerah.
(sya/sud)
