Lonjakan jumlah wisatawan di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, selama libur Lebaran 2026 menyebabkan sejumlah pengunjung terpisah dari anggota keluarganya. Kondisi ini menuntut tim Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) beserta petugas gabungan bekerja ekstra keras melakukan pencarian dan pengamanan di sepanjang garis pantai.
Mayoritas laporan orang terpisah didominasi oleh anak-anak yang terlepas dari pengawasan orang tua. Berdasarkan data yang dihimpun detikJabar pada periode 21-24 Maret 2026, tercatat sedikitnya 67 kasus wisatawan sempat terpisah dari rombongan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkat kesigapan petugas di lapangan, seluruh wisatawan yang sempat hilang tersebut berhasil ditemukan dalam kondisi aman dan telah dipertemukan kembali dengan keluarga masing-masing.
Selain menangani kasus orang terpisah, petugas juga mencatat tiga kejadian kecelakaan laut (laka laut) dalam periode yang sama di kawasan wisata tersebut.
Seluruh korban kecelakaan laut tersebut berhasil diselamatkan tepat waktu oleh tim Balawista. Sementara itu, terdapat dua laporan kehilangan barang berharga yang hingga saat ini masih dalam proses penanganan petugas.
Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari menyatakan berbagai kendala yang muncul selama masa libur Lebaran sejauh ini masih dapat ditangani dengan baik oleh personel di lapangan.
"Mulai dari laporan anak yang terpisah dari orang tuanya hingga sebaliknya, alhamdulillah semuanya berhasil kami pertemukan kembali," ujar Ikrar pada Rabu (25/3/2026).
Ia menegaskan kerja sama solid antarpemangku kepentingan (stakeholder) menjadi kunci keberhasilan menjaga keamanan pantai. "Semua permasalahan saat ini bisa ditangani berkat kolaborasi yang baik dalam pengamanan kawasan wisata," tambahnya.
Ikrar juga mengimbau para wisatawan untuk tetap waspada dan tidak lengah saat beraktivitas di tengah kepadatan pantai. Pengunjung diminta selalu mengawasi anggota keluarga, terutama anak-anak, serta menjaga barang bawaan dengan saksama.
"Kami ingatkan juga agar tidak berenang di area terlarang dan selalu mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya.
Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pangandaran periode 21-25 Maret 2026 hingga pukul 12.00 WIB, objek wisata Pangandaran telah dikunjungi sebanyak 323.385 orang.
Adapun rincian kunjungan tersebut meliputi Pantai Pangandaran sebanyak 194.758 orang, Batukaras 59.245 orang, Batuhiu 13.059 orang, Karapyak 29.188 orang, Green Canyon 4.891 orang, dan Madasari 22.208 orang.
(sud/sud)










































