10 Cara Bersihkan Rumah dari Debu dan Bau Apek Usai Mudik

10 Cara Bersihkan Rumah dari Debu dan Bau Apek Usai Mudik

Shifa Lupiah Ajijah - detikJabar
Rabu, 25 Mar 2026 19:00 WIB
Ilustrasi bersih-bersih
Ilustrasi bersih-bersih. (Foto: Getty Images/Phira Phonruewiangphing)
Bandung -

Suasana hangat mudik ke kampung halaman telah usai, kini saatnya kembali ke rutinitas harian di kota. Namun, sering kali kepulangan tidak langsung disambut dengan rasa rileks, melainkan dengan pemandangan rumah yang berdebu, udara pengap yang menusuk hidung, atau tumpukan cucian yang menanti untuk segera dieksekusi.

Kondisi rumah yang tertutup rapat dalam waktu lama, misalnya satu hingga dua minggu, dapat menimbulkan akumulasi partikel debu dan peningkatan kelembapan udara secara drastis. Menurut riset David Peden dalam Journal of Occupational and Environmental Hygiene, sirkulasi udara yang buruk di dalam ruangan tertutup dapat memicu pertumbuhan spora jamur dan akumulasi alergen yang mengganggu saluran pernapasan. Fenomena ini sering kali menjadi penyebab munculnya bersin-bersin atau alergi sesaat setelah pemilik rumah kembali dari perjalanan jauh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, langkah pembersihan yang sistematis dan mendalam (deep cleaning) sangat diperlukan untuk memulihkan kualitas udara di dalam hunian.

Berikut adalah rangkuman detikJabar mengenai panduan langkah demi langkah untuk membuat rumah kembali segar dan higienis.

ADVERTISEMENT

1. Bongkar dan Cuci Pakaian Kotor

Jangan biarkan baju kotor tertumpuk terlalu lama di dalam koper. Pakaian yang bercampur dengan keringat, sisa makanan, dan debu perjalanan dari terminal, stasiun, atau rest area adalah media pertumbuhan bakteri dan jamur yang sangat cepat.

Segera pisahkan pakaian berdasarkan warna dan jenis bahan. Gunakan detergen yang mengandung antibakteri untuk memastikan sisa mikroorganisme dari perjalanan benar-benar luruh. Memulihkan stok pakaian bersih di lemari juga secara psikologis membantu transisi pikiran dari mode liburan kembali ke mode produktif.

2. Buka Semua Pintu dan Jendela

Langkah pertama yang paling krusial saat tiba di rumah adalah membuka seluruh akses udara selebar mungkin. Udara yang terperangkap selama berhari-hari cenderung mengandung Volatile Organic Compounds (VOC) dari furnitur atau cat dinding yang memicu bau apek dan sakit kepala.

Membuka jendela menciptakan ventilasi yang efektif mengusir bau tidak sedap dan menurunkan kelembapan ruangan. Biarkan udara bersirkulasi setidaknya selama 30 hingga 60 menit sebelum memulai aktivitas pembersihan lainnya agar partikel debu yang melayang di udara terbawa keluar.

3. Fokus pada Area Utama yang Sering Disentuh

Mulailah membersihkan area yang paling sering digunakan atau menjadi pusat aktivitas keluarga, seperti ruang tamu dan ruang keluarga. Fokuskan pada permukaan yang sering disentuh tangan.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mendisinfeksi gagang pintu, sakelar lampu, keran air, dan remote TV sangat penting untuk meminimalkan risiko penularan virus atau kuman yang mungkin terbawa secara tidak sengaja dari luar selama periode mudik. Gunakan kain mikrofiber agar debu terangkat sempurna dan tidak hanya berpindah tempat.

4. Sterilisasi Area Dapur

Dapur adalah area paling rentan menjadi sarang hama jika ditinggal lama. Periksa kulkas dari bahan makanan yang mungkin kedaluwarsa, sayuran yang mulai layu, atau produk susu yang sudah lewat masa simpannya. Bau dari bahan organik yang membusuk bisa menyebar ke seluruh rumah jika tidak segera dibuang.

Bersihkan wastafel, meja dapur, dan kompor dari sisa minyak yang mengeras selama ditinggalkan. Pastikan pula tidak ada genangan air di bak cuci piring atau wadah penampung air di belakang kulkas agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.

5. Jemur dan Vakum Karpet Serta Sofa

Karpet dan sofa berbahan kain adalah tempat utama akumulasi debu dan tungau. Gunakan vacuum cleaner* yang dilengkapi dengan filter HEPA (*High-Efficiency Particulate Air) untuk menyedot partikel halus, bakteri, hingga mikroorganisme lainnya yang bersarang di sela-sela serat kain.

Jika cuaca sedang terik, menjemur bantal, guling, dan karpet di bawah sinar matahari langsung sangat direkomendasikan. Berdasarkan studi, paparan sinar ultraviolet (UV) dan pengurangan kelembapan secara alami dapat menekan populasi tungau debu hingga 70%.

6. Pembersihan Menyeluruh Setiap Sudut Ruangan

Setelah area utama tertangani, bersihkan setiap sudut ruangan secara sistematis menggunakan teknik dari atas ke bawah. Mulai dengan membersihkan debu di atas lemari tinggi, bingkai foto, jam dinding, hingga sudut-sudut plafon yang mungkin sudah mulai dihiasi jaring laba-laba.

Jangan abaikan bagian bawah tempat tidur atau kolong furnitur yang sering menjadi tempat menumpuknya debu selama rumah kosong. Pembersihan menyeluruh ini memastikan tidak ada debu sisa yang akan terbang kembali saat kipas angin atau AC dinyalakan.

7. Ganti Sprei, Sarung Bantal, dan Tirai

Tidur yang berkualitas adalah kunci utama pemulihan energi pasca-perjalanan jauh yang melelahkan. Sprei yang ditinggalkan berminggu-minggu pasti telah terpapar debu halus meski ruangan tertutup. Ganti seluruh seprai dan sarung bantal dengan kain yang baru dicuci dan wangi.

Penggunaan bahan katun atau serat bambu sangat disarankan karena memiliki sirkulasi udara yang baik, menyerap keringat, dan menjaga suhu tubuh tetap sejuk. Aroma segar dari seprai bersih juga memberikan efek relaksasi yang membantu menurunkan tingkat stres setelah kemacetan mudik.

8. Sanitasi Kamar Mandi Secara Total

Kamar mandi yang lembap dan tertutup biasanya akan meninggalkan noda kuning, kerak air, atau lapisan lumut tipis pada nat keramik. Gunakan cairan pembersih porselen yang kuat untuk menyikat lantai dan dinding hingga tuntas.

Pastikan saluran air lancar dan tidak tersumbat oleh kotoran yang mengering. Selain itu, sangat disarankan untuk mengganti sikat gigi lama dengan yang baru. Kelembapan kamar mandi yang tinggi saat rumah kosong dapat memicu pertumbuhan jamur pada bulu sikat gigi yang basah saat ditinggalkan.

9. Vakum dan Pel Lantai

Setelah semua debu dari bagian atas meja, lemari, dan rak jatuh ke lantai, lakukan pembersihan lantai secara menyeluruh. Tahap pertama adalah menyedot debu atau menyapu, diikuti dengan mengepel.

Gunakan cairan pembersih lantai yang mengandung disinfektan untuk membunuh kuman secara efektif. Sebagai tambahan, mengepel dengan air hangat dapat membantu mengangkat noda lemak atau kotoran yang sudah membandel dan mengeras lebih cepat dibandingkan dengan air dingin biasa.

10. Tata dan Rapikan Kembali Semua Barang Bawaan

Langkah terakhir yang sering kali malas dilakukan adalah decluttering atau merapikan barang. Segera simpan kembali perlengkapan mudik seperti koper, tas travel, payung, hingga sepatu ke tempat asalnya. Jangan biarkan koper terbuka di tengah ruangan selama berhari-hari.

Dengan melakukan pembersihan secara bertahap dan sistematis seperti panduan di atas, proses yang tadinya terasa berat akan menjadi lebih ringan. Rumah tidak hanya menjadi bersih, tetapi juga sehat dan nyaman untuk memulai lembaran aktivitas rutin pasca-Lebaran.

Demikian rangkuman detikJabar mengenai panduan lengkap dan langkah praktis untuk membuat rumah kembali segar usai mudik Lebaran. Semoga bermanfaat dan selamat kembali beraktivitas!

Halaman 2 dari 2
(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads