Bagi warga yang hendak mengisi liburan di pesisir pantai Sukabumi, khususnya Palabuhanratu, ada baiknya menyimak peringatan ini. BMKG bersama Polres Sukabumi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang mengintai wisatawan.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Sukabumi Agung Saptaji mengungkapkan meski cuaca di wilayah selatan cenderung lebih bersahabat dibanding wilayah utara, namun potensi bahaya justru datang dari laut. "Curah hujan yang ada memang berbeda dengan wilayah utara. Seperti contohnya kemarin di Bogor ada beberapa curah hujan yang cukup tinggi, tapi untuk wilayah selatan, untuk wilayah Sukabumi seperti itu, curah hujannya lebih sedikit," ujar Agung Saptaji dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (24/3/2026).
Namun, Agung mewanti-wanti soal kondisi perairan. Berdasarkan informasi dari BMKG Tanjung Priok, tinggi gelombang laut saat ini mencapai kisaran 1,25 meter hingga 2,5 meter. "Ini mohon teman-teman jangan diabaikan seperti itu, karena tinggi gelombang dengan kategori sedang ini, dari 1,25 sampai 2,5 meter, ini cukup tinggi teman-teman," tegas Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung juga menjelaskan secara detail mengapa Palabuhanratu lebih rawan. Karakteristik wilayah yang berbentuk teluk membuat ombak seringkali lebih ganas dibandingkan pantai yang garis pantainya rata.
"Terutama untuk wilayah-wilayah yang berteluk, seperti kita kan di Palabuhanratu wilayahnya teluk ya. Jadi tinggi gelombangnya itu biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan pantai yang sejajar atau rata. Jadi ketinggiannya mohon jangan diabaikan walaupun hanya kategori sedang," tambahnya.
Wisatawan juga diminta memperhatikan jam operasional air laut. Puncak pasang diprediksi terjadi pukul siang, sementara air surut pukul 16.00 WIB. Namun, Agung mengingatkan tren ombak yang justru naik saat sore.
"Walaupun tadi saya sampaikan sore adalah waktunya surut jam 16.00, tetapi perlu diwaspadai biasanya sore hari tinggi gelombang itu semakin tinggi," jelasnya.
Senada dengan BMKG, Kapolres Sukabumi AKBP Samian meminta pelancong di bentang pantai sepanjang 117 kilometer untuk waspada penuh. Ia meminta orang tua memberikan pengawasan melekat kepada anggota keluarga.
"Kami berharap jaga diri, jaga keluarganya, jaga barang miliknya. Kemudian berhati-hati, karena saat ini diinformasikan oleh BMKG cuaca cukup ekstrem," kata Samian.
Samian menegaskan agar anak-anak selalu dalam pantauan yang jelas agar bisa segera diamankan jika terjadi situasi darurat. "Jaga anak-anaknya, keluarganya, barang bawaannya, sehingga Anda bisa dalam jangkauan pantau yang jelas dan bisa diamankan bilamana ada sesuatu. Niatnya berwisata membahagiakan, tidak pulang dengan duka," pungkas Samian.
(sya/sud)










































