Waspada! Ini 5 Sarang Tikus di Rumah Usai Ditinggal Mudik

Wildan Alghofari - detikJabar
Rabu, 25 Mar 2026 09:00 WIB
Ilustrasi tikus. Foto: Getty Images/iStockphoto/irin717
Jakarta -

Usai kembali dari mudik Lebaran, sebagian pemilik rumah kerap mendapati kondisi yang tak diinginkan. Tikus, kecoak, hingga berbagai jenis serangga sering kali muncul di dalam rumah yang sebelumnya ditinggalkan kosong dalam waktu cukup lama.

Rumah yang ditinggalkan tanpa penghuni cenderung minim aktivitas, gelap, dan memiliki banyak sudut tersembunyi. Kondisi ini memudahkan hama masuk melalui celah kecil, ventilasi, atau saluran tertentu tanpa gangguan. Hama bahkan bisa bersarang dan berkembang biak tanpa terdeteksi oleh pemiliknya.

Keberadaan hama biasanya baru disadari saat penghuni kembali ke rumah. Tanda-tandanya meliputi kotoran yang berceceran, bau tidak sedap, hingga kerusakan pada perabot atau instalasi rumah. Karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali bagian rumah yang rawan menjadi tempat persembunyian hama.

Dilansir dari situs Fortified Pest Control, berikut beberapa titik di rumah yang kerap menjadi sarang tikus dan serangga setelah ditinggal mudik:

Rongga Dinding dan Saluran Air

Rongga dinding dan saluran air menjadi jalur utama bagi tikus, rayap, dan kecoak untuk masuk serta menyebar ke seluruh area rumah. Area ini cenderung lembap, gelap, dan jarang terpantau, sehingga sangat ideal sebagai tempat persembunyian.

Indikasi keberadaan hama antara lain terdengarnya suara gaduh dari balik dinding, bau tidak sedap dari saluran air, serta munculnya serangga dari lubang pembuangan. Jika tidak segera ditangani, tikus dapat merusak instalasi kabel, sementara rayap akan menggerogoti struktur bangunan secara perlahan.

Belakang Peralatan Rumah Tangga

Bagian belakang kulkas dan mesin cuci sering kali memiliki suhu hangat dan jarang dibersihkan. Kondisi ini membuat area tersebut menjadi tempat favorit bagi tikus dan kecoak untuk menetap.

Selain meninggalkan kotoran, tikus dapat merusak kabel listrik yang berpotensi memicu korsleting atau kebakaran. Pemeriksaan rutin di area ini perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada aktivitas hama yang membahayakan.

Saluran Udara dan Ventilasi

Saluran udara dan ventilasi kerap menjadi jalur perpindahan hama antarruangan. Tikus, kecoak, dan laba-laba memanfaatkannya untuk bersembunyi sekaligus berkembang biak dengan aman.

Jika muncul bau tidak sedap atau kualitas udara di dalam ruangan menurun, hal itu bisa menjadi indikasi adanya hama di dalam saluran tersebut. Pembersihan secara berkala setelah mudik sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan penghuni.

Loteng, Lemari, dan Gudang

Area penyimpanan yang jarang dibuka, seperti loteng, lemari, dan gudang, merupakan tempat ideal bagi hama. Tumpukan kardus, pakaian lama, serta barang-barang yang tidak terpakai sering kali dimanfaatkan sebagai sarang yang nyaman.

Ciri-cirinya meliputi temuan kotoran, bekas gigitan, atau kerusakan fisik pada barang-barang simpanan. Menjaga kerapian dan melakukan pemeriksaan berkala sangat penting untuk mencegah hama berkembang lebih banyak.

Furnitur dan Barang Berlapis Kain

Sofa, kasur, dan kursi berbahan kain dapat menjadi tempat persembunyian kutu, tungau, hingga serangga kecil lainnya. Tikus juga memiliki kecenderungan merusak bagian dalam furnitur untuk membangun sarang mereka.

Membersihkan dan menyedot debu secara rutin menggunakan vacuum cleaner dapat membantu mencegah hama menetap di area sensitif ini.

Kehadiran tikus dan serangga setelah mudik perlu segera ditangani dengan serius. Selain mengganggu kenyamanan, hama juga berpotensi membawa bibit penyakit dan merusak aset rumah. Pemeriksaan menyeluruh pada titik-titik rawan menjadi langkah krusial untuk memastikan rumah Anda kembali aman dan layak dihuni.

Artikel ini telah tayang di detikProperti. Baca selengkapnya di sini.




(das/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork