Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban terakhir dari tragedi kecelakaan laut di kawasan pesisir Tenda Biru, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Selasa (24/3/2026).
Dengan ditemukannya jenazah Acep (26) pada pukul 07.00 WIB, operasi pencarian terhadap tiga wisatawan yang hilang sejak Senin resmi dihentikan.
Seluruh korban yang terdiri dari ayah, anak, dan seorang pemancing yang berupaya menolong, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Anggota tim gabungan Pos PAM Ujunggenteng, Serda Bambang Heriyanto, melaporkan bahwa jenazah korban terakhir ditemukan mengapung di permukaan laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada hari Selasa, tanggal 24 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, telah diketemukan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki diduga korban laka laut yang terjadi pada hari Senin. Korban diketemukan oleh Tim SAR gabungan mengambang di atas permukaan laut sekitar 400 meter dari lokasi kejadian laka," ujar Bambang Heriyanto dalam keterangan tertulis.
Korban terakhir diketahui bernama Acep, warga Kampung Panyanguan, Desa Kalibunder, Kabupaten Sukabumi. Jenazah langsung dievakuasi ke darat oleh tim gabungan yang terdiri dari Posal Ujunggenteng, Polairud, Polsek Ciracap, Basarnas, Balawista, serta relawan menggunakan perahu nelayan.
"Dengan demikian, pencarian korban laka laut yang berjumlah tiga orang sudah diketemukan semua," lanjut Bambang.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa memilukan ini bermula pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, seorang bocah berusia delapan tahun bernama Aden sedang berenang bersama rekan-rekannya di Pantai Alor Cilangkob Tenda Biru.
Sekitar pukul 13.00 WIB, Aden terseret arus kuat dan mulai tenggelam. Melihat sang anak dalam bahaya, ayahnya, Ujang Abduloh (30), segera terjun ke laut untuk memberikan pertolongan.
Meski Aden berhasil dievakuasi ke daratan, namun nyawa bocah tersebut tidak tertolong. Nahas, Ujang justru terseret arus balik ke tengah lautan. Di saat bersamaan, Acep yang berada di lokasi juga berupaya membantu Ujang, namun keduanya justru hilang tergulung ombak.
(sya/yum)
