Iran menembakkan rudal ke Israel pada Selasa (24/6/2026) pagi. Ledakan keras terdengar di wilayah Yerusalem beberapa menit setelah sistem militer Israel mendeteksi peluncuran tersebut.
Menurut AFP, ledakan terjadi tidak lama setelah militer Israel mengumumkan adanya ancaman rudal dari Iran. Pasukan pertahanan Israel langsung berupaya mencegat rudal yang terdeteksi sebelum akhirnya suara ledakan mengguncang wilayah Yerusalem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iran menembakkan rudal ke Israel pada Selasa pagi," kata militer Israel sesaat sebelum terjadi ledakan keras.
Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan Washington telah mengadakan pembicaraan dengan seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan identitasnya. Namun, klaim tersebut dibantah oleh Pemerintah Iran.
Sementara itu, layanan darurat Israel, Magen David Adom menyatakan belum menerima laporan korban jiwa pascaserangan. Meski demikian, paramedis telah dikerahkan ke lokasi yang dilaporkan terdampak.
Sekitar 20 menit setelah laporan peluncuran rudal, Komando Pertahanan Dalam Negeri militer Israel mengizinkan warga untuk keluar dari tempat perlindungan.
Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.
(maa/sud)










































