Prajurit TNI AL Asal Pangandaran Gugur Saat Kontak Tembak dengan KKB

Prajurit TNI AL Asal Pangandaran Gugur Saat Kontak Tembak dengan KKB

Aldi Nur Fadilah - detikJabar
Senin, 23 Mar 2026 19:29 WIB
ilustrasi personel tni
Foto: Ilustrasi personel TNI (dok Puspen TNI)
Pangandaran -

Kabar duka menyelimuti keluarga besar prajurit TNI di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Salah satu putra terbaik daerah tersebut, Prada Marinir Andi Suvio, gugur dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua pada Minggu (22/3/2026) pukul 06.35 WIT.

Prada Andi Suvio merupakan warga Bojongjati, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran. Ia dikenal sebagai prajurit dari Satuan Yonif 7 Marinir yang tengah menjalankan tugas negara di wilayah Papua Barat Daya.

Komandan Pos TNI AL Pangandaran, Letda Laut Dadang Darjat, mengonfirmasi bahwa jenazah almarhum telah dievakuasi dan diberangkatkan dari Sorong menuju Jakarta pada Senin pagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, jenazah tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (23/3/2026) pukul 10.15 WIB, sebelum kemudian dibawa ke Mako Brigif 1 Marinir Cilandak untuk proses upacara persemayaman.

ADVERTISEMENT

"Jenazah Prada Mar Andi Suvio diberangkatkan menuju rumah duka di Bojongjati, Pangandaran, menggunakan kereta merta. Diperkirakan tiba di rumah duka nanti malam," ujar Dadang saat dihubungi.

Atas permintaan keluarga, jenazah almarhum akan langsung dimakamkan di kampung halamannya pada malam hari ini. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.

Upacara tersebut akan dipimpin oleh Tim Matzah dari Lanal Bandung, yang akan mengantarkan kepergian Prada Marinir Andi Suvio dengan penuh kehormatan.

"Keluarga korban di Pangandaran sudah meminta untuk dimakamkan disini," ucapnya.

Sementara itu dilansir dari detikNews yang mengutip Antara, insiden itu terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Dua prajurit TNI AL gugur saat kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dua pucuk senjata api milik prajurit dilaporkan dirampas para pelaku.

Peristiwa itu terjadi Minggu (22/3) sekitar pukul 07.00 WIT. Kedua korban diketahui berinisial Prada Marinir AS dari Yonmar 7 dan Prada Marinir ES dari Yonmar 10.

Selain itu, satu prajurit lainnya, Kopda Marinir ES dari Yonmar 7, dilaporkan dalam kondisi kritis. Para korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr. R. Oetojo Sorong di Kota Sorong untuk mendapatkan penanganan medis.

Komandan Korem 181/Praja Vira Tama (PVT) Brigjen TNI Slamet Riyadi mengatakan pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan dan memetakan daerah-daerah rawan. Hal itu dilakuka untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah tersebut.

"Setelah kejadian ini, kami meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemetaan wilayah rawan, serta memperketat pengawasan di lapangan," ujar Slamet saat ditemui di depan RSAL Dr. R. Oetojo Kota Sorong.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads