Sebuah keluarga di Australia akhirnya menjual tanah miliknya setelah mempertahankannya selama puluhan tahun, meski berkali-kali mendapat tawaran tinggi dari pengembang.
Lahan seluas 2,34 hektare itu berada di Hammond Park, pinggiran kota Perth. Di atasnya berdiri rumah satu lantai yang telah dihuni pasangan suami istri selama sekitar 40 tahun.
Melansir detikProperti, properti tersebut sudah beberapa kali ditawar dengan harga tinggi. Namun, pemiliknya tetap menolak dan memilih bertahan hingga lebih dari satu dekade.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan menjual baru diambil pada Agustus 2024. Setelah dipasarkan, sejumlah penawaran langsung berdatangan.
Meski demikian, pemilik tetap menunggu harga terbaik sebelum akhirnya sepakat melepas properti tersebut.
Tanah itu akhirnya terjual kepada perusahaan konstruksi dengan nilai 4 juta dolar Australia atau sekitar Rp 48 miliar. Transaksi resmi dilakukan pada 16 April 2025.
Kepala investasi properti Effective Property Solutions, Ollie Salimi, mengatakan lahan tersebut memang telah lama diminati pengembang.
"Terbukti hal ini sepadan dengan penantian karena harganya melebihi ekspektasi penjual sebesar 20 persen," ujarnya.
Menurutnya, lokasi tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan perumahan untuk memenuhi tingginya permintaan hunian di pinggiran selatan Perth. Kawasan ini juga disebut sebagai salah satu koridor pertumbuhan utama.
Selain perumahan, lahan tersebut dinilai memiliki potensi untuk pengembangan kawasan campuran (mixed-use), seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, harga properti di Hammond Park juga mengalami kenaikan signifikan. Dari sekitar 560 ribu dolar Australia menjadi lebih dari 700 ribu dolar Australia dalam kurun dua tahun.
Dengan luas lebih dari 23 ribu meter persegi, lahan ini dinilai strategis untuk pengembangan skala besar yang dapat memenuhi kebutuhan hunian masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan.
Artikel ini sudah tayang di detikProperti
(ilf/dir)
