Arus lalu lintas menuju kawasan wisata Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mulai menunjukkan kepadatan sejak pagi hari. Titik-titik perlambatan terpantau di sejumlah simpul jalur utama, terutama di sekitar Exit Tol Parungkuda hingga persimpangan menuju kawasan selatan.
Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Abdurrahman Hidayat mengatakan, arus kendaraan di sekitar Exit Tol Parungkuda terpantau sangat padat. Volume kendaraan yang tinggi membuat laju kendaraan mengalami perlambatan signifikan di beberapa titik.
"Terpantau di belakang kami dari Exit Tol Parung Kuda untuk arus lalu lintas ramai lancar, namun roda tetap berputar," ujar Hidayat kepada detikJabar di lokasi, Senin (23/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, kepadatan saat ini didominasi kendaraan wisatawan yang hendak berlibur ke kawasan pantai. Lonjakan pengunjung terlihat di sepanjang Pantai Citepus hingga Ujung Genteng.
"Untuk kepadatannya, rata-rata pengunjung tempat wisata banyak yang mengunjungi di wilayah Pantai Citepus hingga ke Ujung Genteng," katanya.
Kemacetan di jalur arteri Parungkuda, Kabupaten Sukabumi (Foto: Siti Fatimah/detikJabar). |
Seiring meningkatnya volume kendaraan, sejumlah titik rawan macet pun tak terhindarkan. Hidayat menyebut bottleneck atau penyempitan lajur di Exit Tol Parungkuda menjadi salah satu penyebab utama perlambatan arus.
"Dari pantauan pihak kepolisian untuk titik-titik kepadatan tersendiri yaitu yang pertama ada di Exit Tol Parung Kuda karena terjadi bottleneck," ungkapnya.
Selain itu, kepadatan juga terjadi di Simpang Cikidang. Di lokasi ini, arus kendaraan dari berbagai arah bertemu, baik yang menuju Palabuhanratu maupun ke arah Cibadak. Tak hanya itu, Simpang Ratu juga menjadi salah satu titik kepadatan yang terpantau petugas.
Kepadatan arus lalu lintas disebut sudah mulai terasa sejak pagi hari. Volume kendaraan meningkat seiring pergerakan wisatawan yang memanfaatkan momen libur Lebaran.
Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah, pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional.
"Untuk rekayasa tetap kami siapkan dengan mempertimbangkan situasi dan keselamatan. Apabila arus lalu lintas memungkinkan untuk kita laksanakan rekayasa pasti kami dari Satlantas Polres Sukabumi akan melaksanakan rekayasa untuk meringankan arus kendaraan baik yang dari Gerbang Tol Parungkuda maupun yang dari Sukabumi Kota," jelasnya.
Ia menambahkan, rekayasa lalu lintas sebelumnya juga telah dilakukan, seperti sistem satu arah (one way) serta buka tutup jalur di Simpang Cikidang.
"Yang sudah kami lakukan seperti tadi malam, kami melaksanakan one way, serta kami juga melaksanakan buka tutup di Simpang Cikidang sehingga bisa menarik kendaraan yang dari arah Gate Tol yang menuju ke Simpang Cikidang maupun Cibadak," ujarnya.
Selain faktor volume kendaraan, kondisi infrastruktur turut memicu kepadatan. Salah satunya terjadi di Jembatan Serong atau Angkrong yang mengalami penyempitan lajur secara mendadak.
"Tentunya yang dari tiga lajur, di Jembatan Serong jadi satu lajur. Hal tersebut tentunya menjadi hambatan bagi para pengendara yang akan melintas di jalur tersebut," kata Hidayat.
Ia juga menyoroti ketidakseimbangan kapasitas antara jalan tol dan jalan arteri yang ada saat ini. "Dari sampai saat ini terpantau antara Exit Tol serta arteri sangat kurang memadai untuk jumlah lajur yang ada di jalur arteri tersendiri," ujarnya.
Data kepolisian mencatat, sejak malam hingga pagi hari, jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Sukabumi cukup tinggi. Di GT Parungkuda tercatat sebanyak 16.000 kendaraan, sedangkan dari Tol Bocimi Seksi 3 fungsional mencapai 3.800 kendaraan.
"Serta dari Gerbang Tol Cigombong yang mengarah ke Sukabumi Kabupaten sebesar 5.800 kendaraan," ungkapnya.
Hingga saat ini, petugas kepolisian masih bersiaga melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan. Hidayat mengimbau agar pengendara selalu berhati-hati dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Simak Video "Video Exit Tol Parungkuda-Simpang Cikidang Padat, Arus Wisata Tersendat"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)












































