Ketupat Vs Nasi, Mana Lebih Sehat untuk Dikonsumsi Saat Hari Raya?

Ketupat Vs Nasi, Mana Lebih Sehat untuk Dikonsumsi Saat Hari Raya?

Tim detikHealth - detikJabar
Sabtu, 21 Mar 2026 05:03 WIB
Ilustrasi ketupat
Ilustrasi (Foto: Getty Images/ROHE Creative Studio)
Bandung -

Momen Hari Raya Idul Fitri identik dengan hidangan khas yang menggugah selera, salah satunya ketupat. Namun, di tengah tradisi tersebut, sebagian orang tetap memilih nasi putih sebagai sumber karbohidrat utama. Meski berasal dari bahan yang sama, yakni beras, keduanya memiliki perbedaan dalam proses pengolahan yang ternyata berdampak pada nilai gizinya.

Perdebatan soal ketupat dan nasi pun kerap muncul, terutama terkait anggapan bahwa ketupat lebih cepat membuat berat badan naik. Lantas, benarkah demikian?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir detikHealth, spesialis gizi klinis, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist), memberikan pandangan medis terkait hal ini. Menurutnya, jika dilihat dari sisi sumber gizi, nasi justru lebih direkomendasikan dibandingkan ketupat.

"Pasti mending nasi, karena ketupat makanan olahan ya," katanya saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

Selama Lebaran, dr Oki mengatakan penting untuk memilih sumber karbohidrat yang tepat. Selain itu, pemilihan menu makanan juga harus diperhatikan jika ingin menjaga berat badan.

Menurutnya, makan ketupat atau nasi jika porsinya tidak diatur bisa tetap berpengaruh bagi kenaikan berat badan. Terutama makanan bersantan yang tinggi kalori.

"Terutama di opor itu kan kalorinya banyak di kuah atau santannya. Jadi kuahnya jangan terlalu banyak, ayamnya dimakan nggak apa-apa, kulitnya kalau bisa nggak dimakan," jelas dr Oki.

"Sebab, kulit itu kan ada lemaknya. Terus kuahnya jangan terlalu banyak, apalagi sampai disruput. Kalau nasinya ya disesuaikan porsi biasanya," sambungnya.

Terlalu kalap saat Lebaran dapat mengganggu program diet, yang sebelumnya telah dilakukan dengan disiplin. Sebab, makanan yang dikonsumsi tentu ada beratnya.

"Kalau dalam jumlah besar, itu akan menambah ke berat badan kita, pasti itu," pungkasnya.


Artikel ini telah tayang di detikHealth.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads