Malam takbiran di Gedung Sate tahun ini terasa berbeda. Jumat (20/3/2026) malam, halaman ikon Jawa Barat itu dipenuhi gema takbir yang bersahut-sahutan dengan dentuman bedug dalam Festival Dugdag yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sejak senja tenggelam, suasana sudah terasa hidup. Lantunan "Allahu Akbar" menggema dari berbagai penjuru, berpadu dengan ritme tabuhan bedug yang dimainkan penuh semangat oleh para peserta, menciptakan harmoni khas menjelang Idul Fitri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Festival Dugdag ini menghadirkan perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Masing-masing tampil dengan ciri khasnya, membawa nuansa tradisi yang beragam namun tetap dalam satu irama kebersamaan.
Di antara kerumunan warga, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tampak hadir langsung. Ia tidak hanya menyaksikan dari kejauhan, tetapi juga berkeliling dari satu stan ke stan lainnya, menyapa peserta, bahkan menikmati atraksi tabuhan bedug dari dekat.
Salah satu pengunjung, Dadan Rusdiana (45), datang jauh-jauh dari Garut bersama keluarga untuk menyaksikan acara ini di sela perjalanan mudik Lebaran.
"Sengaja datang ke sini, awalnya tau dari media sosial akan ada kegiatan ini, terus datang sekalian ke Kota Bandung. Jadi memang sengaja, sebelum besok ikut salat tarawih bareng keluarga di wilayah Cimahi," singkat Dadan.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemprov Jabar, Adi Komar menuturkan, Festival Dugdag ini diselenggarakan untuk memeriahkan Hari Raya Idul Fitri sekaligus merawat tradisi lokal.
"Kalau di lembur, beduk jadi sebuah tradisi menyambut hari raya. Kita selenggarakan (festival) di Gedung Sate," kata Adi Komar.
(iqk/iqk)
