Tren Amplop THR: Dulu Sederhana, Kini Wajib 'Konten-able'

Tren Amplop THR: Dulu Sederhana, Kini Wajib 'Konten-able'

Gheyna Sabila Z - detikJabar
Sabtu, 21 Mar 2026 07:00 WIB
Amplop THR Lebaran 2026.
Amplop THR Lebaran 2026.(Foto: Gheyna Sabila Z/detikJabar)
Bandung -

Menjelang Lebaran, tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) identik dengan amplop kecil untuk anak-anak maupun kerabat. Dahulu, desain amplop THR cenderung sederhana dengan motif khas Idulfitri yang monoton.

Namun kini, amplop THR bertransformasi secara signifikan. Tak sekadar wadah uang, amplop telah menjadi medium ekspresi kreativitas hingga gaya personal sang pemberi.

Di industri percetakan, pergeseran ini sangat terasa. Sabda, seorang pekerja percetakan, menyebut tren desain amplop THR terus berevolusi setiap tahunnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Trendnya cepat berubah, jadi selalu ada perubahan. Ada pesanan yang ingin keliatan keren, ada juga yang lucu. Tapi kalau di kita kebanyakan pada pengen keliatan lucu," ujarnya, kepada detikJabar belum lama ini.

ADVERTISEMENT

Permintaan amplop dengan desain unik pun semakin beragam, mulai dari karakter kartun, meme, hingga konsep yang tidak biasa. Semuanya bisa diwujudkan. Bahkan, tidak sedikit pelanggan yang datang dengan membawa referensi visual dari media sosial.

Menurut Sabda, kemajuan teknologi mempermudah akses referensi, yang menjadi pemantik utama kreativitas desain amplop saat ini.

"Referensinya sangat banyak dari sosmed. Kita bisa lihat segala sesuatu dari mana pun. Jadi orang-orang dengan referensi masing-masing yang membuat satu sama lain kelihatan unik," ucapnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa amplop THR telah bergeser fungsi menjadi medium visual yang tidak hanya menyampaikan uang, tetapi juga kesan. Tak jarang, desain amplop dibuat sedemikian rupa agar terlihat menarik, lucu, bahkan layak diunggah ke media sosial.

Sabda menilai bahwa daya tarik visual tersebut lebih mengarah pada aspek hiburan dan estetika, bukan semata-mata untuk menambah nilai nominal dari isi yang diberikan.

"Biar kelihatan lebih lucu aja, sama bisa masuk ke konten-konten sih yang terpenting," kata Sabda.

Saat ini, kreativitas desain amplop THR bahkan melampaui bentuk konvensional. Sabda mengaku pernah menerima berbagai pesanan dengan konsep yang tak lazim.

"Ada yang pesan dengan desain uang segepok, box iPhone, ada juga yang bergaya agak punk-punk gitu," ungkapnya.

Bagi pelaku percetakan, tren ini membuka peluang usaha, meski sifatnya musiman. Sabda menilai bahwa bisnis amplop THR unik sangat bergantung pada momentum Ramadan.

"Antara bisa dan tidak bisa. Bisa ketika bertemu dengan Ramadan dan bisa menawarkan sesuatu yang lebih dari kompetitor. Tapi tidak bisa terlalu diandalkan, karena Ramadan ini hanya satu kali dalam setahun," katanya.

Meski demikian, ia melihat tren ini tidak akan hilang begitu saja. Justru, kemungkinan besar akan terus berkembang dalam bentuk yang lebih variatif.

"Kelihatannya ini tren yang akan terus berkembang. Mungkin nanti kita akan melihat tidak hanya desain, tapi bentuk-bentuk amplop yang lebih unik," tambahnya.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads