Cara Canggih Polrestabes Bandung Pantau Lalu Lintas Pemudik

Cara Canggih Polrestabes Bandung Pantau Lalu Lintas Pemudik

Wisma Putra - detikJabar
Jumat, 20 Mar 2026 06:30 WIB
IPTU Hany Amelia, Kasubnit Kamsel Satlantas Polrestabes Bandung.
IPTU Hany Amelia, Kasubnit Kamsel Satlantas Polrestabes Bandung. (Foto: Dok Istimewa)
Bandung -

Bersahabat dengan teknologi kini bukan lagi hal tabu. Dalam pelaksanaan mudik, pemantauan arus lalu lintas yang dulu mengandalkan kehadiran petugas di lapangan, kini semakin terbantu dengan teknologi.

Di Kota Bandung, pemantauan arus mudik didukung sistem Smart City Road Safety Policing. Selain itu, Satlantas Polrestabes Bandung juga menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Kasubnit Kamsel Satlantas Polrestabes Bandung, IPTU Hany Amelia, mengatakan penerapan sistem ini merupakan bagian dari modernisasi yang dikembangkan Korlantas Polri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini untuk mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama musim mudik Lebaran," ujar Hany, Kamis (19/3/2026).

Ia mengungkapkan, di Kota Bandung saat ini telah terpasang sekitar 200 unit CCTV di sejumlah titik strategis. Melalui kamera tersebut, petugas dapat memantau kondisi lalu lintas secara langsung.

ADVERTISEMENT

Kepadatan kendaraan, potensi kemacetan, hingga gangguan lalu lintas dan kamtibmas dapat terdeteksi lebih cepat untuk segera ditangani.

"Kamera CCTV juga mampu menganalisis data lalu lintas secara otomatis, mulai dari menghitung volume kendaraan, mengenali jenis kendaraan, hingga membaca pelat nomor," ungkapnya.

Tak hanya itu, pergerakan masyarakat di kawasan wisata dan objek vital juga dapat dipantau, terutama saat terjadi lonjakan aktivitas selama libur Lebaran.

Sistem ini turut diperkuat dengan peta geospasial digital yang memungkinkan petugas melihat kondisi lalu lintas secara menyeluruh. Melalui peta tersebut, petugas dapat memprediksi kepadatan, memetakan titik rawan kecelakaan, hingga memantau gangguan jalan berdasarkan wilayah.

"Lewat sistem ini kami bisa memantau kondisi lalu lintas secara langsung. Jika ada kepadatan atau gangguan, bisa segera direspons," jelas Hany.

Ia berharap, dukungan analisis berbasis AI dan peta digital mampu mengantisipasi potensi kepadatan serta titik rawan kecelakaan sejak dini.

"Penggunaan teknologi ini diharapkan membuat pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran di Kota Bandung berjalan lebih lancar, sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya.

(wip/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads