Deretan Kisah Perjalanan Mudik Tak Biasa di Jabar

Deretan Kisah Perjalanan Mudik Tak Biasa di Jabar

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 20 Mar 2026 08:30 WIB
Suasana di jalur Nagreg pada Sabtu (6/4/2024).
Arus mudik di Jalur Nagreg. (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Perjalanan mudik warga kerap diwarnai sejumlah peristiwa unik. Mulai dari seorang wanita yang ketinggalan mobil keluarga di rest area, hingga warga naik ambulans demi sampai tujuan mudik dengan cepat.

Jalur Puncak Mendadak Macet, Ternyata Ada Sopir Pingsan

Sopir pingsan saat melaju di jalur Puncak, CianjurSopir pingsan saat melaju di jalur Puncak, Cianjur Foto: Dok Istimewa

Seorang pria pingsan saat mengendarai mobil pikap di Jalan Raya Puncak, tepatnya di kawasan Pasar Cipanas, Kabupaten Cianjur, Kamis (19/3/2026). Beruntung, pengemudi sempat menepikan kendaraannya sebelum kehilangan kesadaran sehingga tidak terjadi kecelakaan.

Meski demikian, posisi kendaraan yang belum sepenuhnya menepi sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan menimbulkan antrean kendaraan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengemudi tersebut diketahui bernama Andi Muhammad Rizal (24), warga Kecamatan Cugenang, Cianjur. Ia sebelumnya melaju dari arah Puncak menuju Cianjur.

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi mengatakan, petugas yang berada di lokasi langsung mencari sumber kemacetan saat terjadi kepadatan arus.

ADVERTISEMENT

"Setelah dicek, ternyata ada mobil pikap yang hendak menepi, tetapi posisinya masih sedikit di tengah jalan," ujarnya.

Saat didatangi petugas, pengemudi ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam kendaraan.

"Sopir sendirian. Saat diperiksa sudah tidak sadarkan diri. Petugas sempat berusaha membangunkan, tetapi tidak ada respons," katanya.

Petugas kemudian mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Kendaraan pikap tersebut juga dibawa oleh petugas guna mengurai kemacetan.

"Untuk penyebab pengemudi tidak sadarkan diri masih dalam pemeriksaan dokter," tambahnya.

Aang mengimbau para pengendara agar tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh tidak fit atau mengantuk.

"Jika merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya menepi dan beristirahat. Jangan dipaksakan karena dapat memicu kecelakaan, terutama di momen arus mudik dan balik," pungkasnya.

Tertinggal di Rest Area, Wanita Ini Cari Tumpangan ke Polisi

Pemudik tertinggal rombongan saat salat subuh di Rest Area Km 130 Tol Cipali, akhirnya naik motor polisi susul keluarga.Pemudik tertinggal rombongan saat salat subuh di Rest Area Km 130 Tol Cipali, akhirnya naik motor polisi susul keluarga. Foto: Tangkapan layar video

Sementara itu wanita di Rest Area Km 30 Tol Cipali punya cerita yang mungkin tak akan ia lupakan. Ia tertinggal keluarganya di parkiran.

Dilihat dari video yang diunggah akun Instagram resmi Satlantas Polres Indramayu, Rabu (18/3/2026), pemudik itu meminta bantuan polisi untuk menghubungi keluarganya. Dia mendatangi polisi usai tak mendapat bantuan dari pemudik lainnya.

"Saya tertinggal dari keluarga saya. Saya tadi salat subuh, ternyata pada saat kembali ke mobil parkir itu sudah nggak ada. Saya berusaha minta pinjem handphone ke orang-orang yang di sekitar, tapi nggak dikasih pinjem, akhirnya saya ke pos polisi," cerita pemudik tersebut.

Pemudik tersebut kemudian bertemu dengan seorang polisi yang sedang bertugas, bernama Akung. Pemudik itu akhirnya diberi pinjam ponsel untuk menghubungi keluarganya.

Namun keluarganya mengatakan tak bisa putar balik ke Rest Area Km 130 lantaran sedang diberlakukan one way. Pemudik tersebut akhirnya diantar polisi menggunakan sepeda motor menuju lokasi keluarganya menunggu.

"Karena ini one way, tidak memungkinkan untuk kembali ke titik awal. Jadi saya minta Pak Akung untuk mengantar ke keluarga saya. Akhirnya untuk pertama kali dalam hidup saya, saya naik motor (polisi) ini, untuk dianter, dengan selamat ketemu dengan keluarga saya," sebutnya.

Ambulans Angkut Pemudik

Ambulans angkut pemudik di GarutAmbulans angkut pemudik di Garut Foto: Istimewa

Sebuah ambulans diamankan polisi setelah ketahuan mengangkut pemudik. Ambulans tersebut melaju grasak-grusuk di jalur mudik Garut.
Ambulans tersebut diamankan petugas yang tengah melaksanakan persiapan sistem satu jalur kendaraan, atau one way di kawasan Cipeundeuy, Malangbong, Garut.

"Ambulans ini diamankan personel Sat Lantas Polres Garut pada Rabu, (18/3) tengah malam tadi," kata Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi.

Menurut Adi, kejadian bermula saat petugas Tim Urai Sat Lantas Polres Garuy melakukan pengaturan arus lalin di titik penyetopan, yang berada di perbatasan Garut-Tasik.

Saat itu, petugas melihat ada dua unit ambulans yang melaju kencang dari arah Bandung menuju Tasikmalaya, tanpa memperhatikan keselamatan, khususnya bagi pengguna jalan lain.

"Personel merasa curiga dan kemudian memutuskan untuk menghentikan ambulans tersebut," katanya.

"Saat dilakukan, ambulans yang pertama diketahui mengangkut pasien, sedangkan ambulans yang kedua tidak ditemukan pasien di dalamnya," ujar Adi.

Ambulans tersebut kemudian digeledah oleh petugas yang berjaga di sana. Saat digeledah, petugas menemukan perlengkapan mudik di bagian belakang ambulans yang diketahui milik swasta tersebut.

"Setelah diinterogasi, sopir mengakui bahwa dia hendak mudik ke kampung halamannya," katanya.

"Kendaraan ini juga tidak dilengkapi dokumen yang sah. STNK kendaraan dalam kondisi kedaluwarsa dan pengemudi tidak memiliki SIM," ucap Adi.

Kendaraan tersebut kemudian disanksi tilang. Polisi mengimbau agar masyarakat tidak bertindak curang, dengan menggunakan kendaraan yang memiliki keistimewaan khusus di jalananan seperti ambulans, untuk kepentingan pribadi.

Jalan Kaki dari Cikarang ke Kebumen

Anggota Propam Polres Ciamis membantu pemudik yang jalan kaki dari Cikarang menuju Kebumen gegara Kecopetan.Anggota Propam Polres Ciamis membantu pemudik yang jalan kaki dari Cikarang menuju Kebumen gegara Kecopetan. Foto: Istimewa

Cerita haru sekaligus memilukan terjadi saat momen mudik Lebaran di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Seorang pemudik Saeful Toni (63), terpaksa berjalan kaki dari Cikarang, Bekasi menuju kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah.

Hal itu terpaksa ia lakukan karena dompet berisi uang tunai serta ponsel miliknya raib dicopet saat berada di Terminal Cikarang, Bekasi. Pilihan berjalan kaki ke Kebumen ia lakukan karena rindu untuk bertemu keluarga, setelah beberapa lama berpisah ditinggal merantau.

Cerita yang dialami seorang pemudik itu diungkap Anggota Propam Polres Ciamis Aipda Agus Narto. Pada Rabu (18/3/2026), saat sedang berjaga di Pos Mudik Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Agus melihat seorang pria lansia berjalan kaki sambil membawa tas dalam kondisi lemas dan kebingungan. Ia kemudian menghampiri pria tua itu dan mengajaknya berkomunikasi.

Pria tua itu pun bercerita kepada anggota Polres Ciamis, ia bernama Saeful Toni merupakan seorang buruh bangunan. Ia dicopet di Terminal Cikarang saat akan mudik ke Kebumen. Usai mendengar cerita itu, Agus pun merasa iba dan berinisiatif untuk memberikan bantuan.

"Saya lihat dari jauh ada bapak-bapak berjalan kaki dan terlihat kebingungan. Setelah saya hampiri dan ditanya, ternyata beliau hendak mudik ke Kebumen dari Cikarang, Bekasi tetapi uangnya hilang karena kecopetan," ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Terungkap, Saeful ternyata berjalan kaki dari Cikarang sampai Ciamis selama dua Minggu. Saeful beristirahat dari masjid ke masjid di sepanjang jalan. Diceritakan Agus, Saeful juga mendapat sedekah dari orang-orang baik yang ditemuinya di jalan untuk makan selama perjalanan.

Usia mendengar cerita yang dialami Saeful, Agus pun kemudian mengantarkannya ke Terminal Bus di Kota Banjar yang lokasinya tidak begitu jauh. Usai berkoordinasi dengan petugas jaga di Terminal Kora Banjar, Saeful pun dapat melanjutkan perjalanan dengan baik bus. Saeful tak perlu jalan kaki lagi di sisa perjalanan kepulangan menuju kampung halaman, semua biaya perjalanan, termasuk tiket bus ditanggung oleh pribadi Agus.

"Semoga Pak Saeful sehat dan selamat sampai tujuan," ungkap Agus.

Halaman 2 dari 2
(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads