Lokasi Salat Id Muhammadiyah di Sukabumi

Lokasi Salat Id Muhammadiyah di Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Kamis, 19 Mar 2026 17:58 WIB
Salat Tarawih dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah. Namun, dalam kondisi berhalangan (uzur), bisa menunaikannya secara mandiri (munfarid).
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Sukabumi -

Polemik izin pelaksanaan Salat Idulfitri di Lapang Merdeka (Lapdek) Kota Sukabumi kembali mencuat. Kasus serupa pernah terjadi pada 2023. Tahun ini, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Sukabumi menyebut permohonan penggunaan lapangan tersebut kembali tidak disetujui pemerintah daerah.

Ketua PDM Kota Sukabumi Ade Rahmatullah menyatakan pihaknya tetap akan menggelar Salat Idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026, merujuk pada perhitungan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

"Insya Allah PDM Kota Sukabumi akan ber-Idulfitri pada hari Jumat tanggal 20 Maret sesuai dengan perhitungan KHGT. Pelaksanaan salat bertempat di UMMI dan Perguruan Aisyiyah Cipoho, setelah ditolak Pemda atas pengajuan permohonan izin pelaksanaan Salat Idulfitri di Lapdek," ujar Ade kepada detikJabar, Kamis (19/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merespons penolakan tersebut, Ade menilai Salat Idulfitri bukan sekadar ibadah, melainkan bagian dari syiar Islam yang memiliki dimensi sosial dan kebudayaan. Ia menekankan, pembatasan ibadah di ruang publik semestinya didasarkan pada alasan objektif, proporsional, dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

"Keputusan tersebut, apabila tidak disertai penjelasan yang transparan, berpotensi menimbulkan persepsi adanya ketidakadilan dalam pengelolaan dan akses terhadap ruang publik," ujarnya.

ADVERTISEMENT

PDM mengingatkan bahwa kebebasan beragama dan beribadah merupakan hak konstitusional yang dijamin UUD 1945. Karena itu, mereka mendesak Pemerintah Kota Sukabumi untuk meninjau kembali kebijakan tersebut.

Muhammadiyah turut mengajak pemerintah membuka ruang dialog yang setara dan rasional dalam mengayomi seluruh lapisan masyarakat, termasuk organisasi keagamaan.

"Sebagai gerakan dakwah yang berorientasi pada amar ma'ruf nahi munkar dan tajdid, kami berkewajiban menyampaikan kritik secara konstruktif terhadap kebijakan yang kami nilai belum mencerminkan keadilan sosial dan kemaslahatan bersama," jelas Ade.

Kendati demikian, Ade memastikan pelaksanaan Salat Idulfitri akan tetap berjalan di lokasi alternatif agar ibadah berlangsung khusyuk dan tertib. Ia juga mengimbau warga Muhammadiyah dan masyarakat luas agar tetap tenang serta tidak terprovokasi narasi yang dapat memecah belah persatuan.

"Kami mengimbau kepada seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat luas untuk tetap menjaga ketenangan, mengedepankan akhlak mulia, serta tidak terprovokasi oleh narasi yang dapat merusak persatuan," tutupnya.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads