Tidak semua orang bisa mudik saat Lebaran. Ada yang tertahan pekerjaan, ada pula yang memilih bertahan di kota. Namun rasa rindu itu tetap datang. Tentang meja makan yang ramai, obrolan ringan di teras, hingga suara permainan anak-anak di halaman. Tahun ini, suasana itu coba dipindahkan ke Kebun Raya Bogor.
Lewat program bertajuk Poelang Kampoeng, Kebun Raya menghadirkan pengalaman Lebaran yang tidak sekadar rekreasi. Pengunjung diajak merasakan ulang suasana kampung halaman tanpa harus benar-benar pergi jauh. Dari kuliner, pertunjukan budaya, hingga permainan tradisional, semuanya disusun seperti potongan kecil memori Lebaran yang familiar.
Senior Manager Operasional PT Mitra Natura Raya, Afandika Akbar Utama, mengatakan kerinduan itulah yang menjadi titik berangkat program ini. Tidak semua orang bisa pulang, tapi suasana pulang tetap bisa dihadirkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melalui tradisi, kebersamaan, dan aktivitas khas Lebaran, Kebun Raya dihadirkan sebagai ruang perayaan yang menghidupkan suasana pulang kampung dalam bentuk pengalaman yang hangat, inklusif, dan relevan bagi pengunjung," ujar Afandika dalam siaran pers, Rabu (18/3/2026).
Program ini berlangsung pada 21 hingga 29 Maret 2026 di Taman Reinwardt. Kawasan tersebut dibagi menjadi empat zona yang masing-masing menawarkan pengalaman berbeda, namun saling terhubung dalam satu tema besar, yaitu kebersamaan.
Di Kampung Rasa, aroma makanan langsung jadi pintu masuk nostalgia. Dari papeda gulung Papua hingga gudeg Yogyakarta, dari pempek Palembang sampai mie kocok Bandung, deretan kuliner itu seperti peta rasa yang menyatukan banyak daerah dalam satu ruang. Pengunjung bisa duduk santai, makan bersama, atau sekadar berbagi cerita di sela gigitan.
Tak jauh dari sana, Kampung Budaya menghadirkan pertunjukan yang tidak dibuat formal. Tari Jaipong, Reog Ponorogo, hingga Ondel-ondel tampil bergantian, menyatu dengan aktivitas pengunjung. Musik tradisional mengalun tanpa panggung yang kaku, seolah menjadi latar alami dari suasana Lebaran itu sendiri.
Sementara itu, Kampung Kumpul menjadi ruang paling sederhana-tikar digelar, keluarga duduk, obrolan mengalir tanpa agenda. Tidak ada aturan khusus, tidak ada aktivitas yang mengikat.
"Tanpa aktivitas yang mengikat, Kampung Kumpul memberi kebebasan bagi pengunjung untuk menikmati suasana, berbagi cerita, dan menghabiskan waktu bersama dengan cara yang sederhana dan nyaman," tambah Afan.
Bagi yang datang bersama anak-anak, Kampung Main jadi magnet tersendiri. Egrang, bakiak panjang, hingga engklek kembali dimainkan. Permainan yang dulu akrab di kampung kini hadir lagi, menghubungkan generasi lewat cara bermain bersama.
Dibuka untuk Salat Ied Warga
Kebun Raya Bogor kembali jadi tujuan warga untuk menunaikan salat Idul Fitri tahun ini. Selain lokasinya yang luas dan asri, pelaksanaan 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026) kali ini juga menghadirkan sosok yang tak biasa. Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, dipercaya sebagai khatib. Sementara imam salat dipimpin Ketua MUI Kota Bogor KH TB Muhidin.
Momen ini bukan sekadar ibadah tahunan. Ada nuansa berbeda ketika tokoh riset nasional berdiri di mimbar, berpadu dengan suasana alam yang selama ini jadi ciri khas Kebun Raya. Pemerintah Kota Bogor pun memastikan kehadiran Wali Kota Dedie A Rachim dan jajaran, menambah perhatian pada pelaksanaan salat Id di lokasi tersebut.
Pengelola Kebun Raya memastikan kegiatan ini tetap terbuka untuk publik tanpa dipungut biaya. Jamaah bisa masuk melalui Pintu 3 dan langsung menuju area Reinwardt, dekat ecodome, tempat salat digelar mulai pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.
Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, mengatakan tradisi ini sudah berlangsung lama dan terus dipertahankan karena jadi bagian dari layanan untuk masyarakat.
"Kami sebagai mitra pengelola Kebun Raya berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, terutama warga Kota Bogor. Shalat Idul Fitri di Kebun Raya Bogor merupakan tradisi yang sudah dilakukan dari sejak lama dan kami akan terus melakukan itu untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik," ujar Marga dalam siaran pers yang diterima detikjabar, Rabu (18/3/2026).
Ia juga menyebut kehadiran Wali Kota sebagai bentuk kepercayaan terhadap Kebun Raya sebagai ruang publik yang inklusif. "Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami, terpilih menjadi tempat Bapak Wali Kota, Dedie A Rachim melaksanakan ibadah Shalat Idul Fitri," katanya.
Sementara itu, General Manager Corporate Communication PT MNR, Zaenal Arifin, menambahkan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan dengan warga.
"Shalat Idul Fitri ini adalah kegiatan rutin dari Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Masjid Kifayatul Abidin Kebun Raya Bogor yang dijalankan setiap tahunnya, sebagai bagian dari kegiatan sosial antara pengelola Kebun Raya Bogor dan masyarakat Kota Bogor agar terjalin silaturahmi yang baik," ujarnya.
Tahun lalu, jumlah jamaah mencapai sekitar 3.000 orang. Mereka datang sejak subuh dan mengalir tertib hingga salat dimulai. Tahun ini, pengelola berharap suasana tetap nyaman dan lebih khusyuk.
"Kami berharap tahun ini jamaah Shalat Idul Fitri dapat lebih khusyuk dan nyaman dengan melaksanakan shalat di area Kebun Raya Bogor dimana dikeliling oleh aneka tumbuhan hayati yang mengiringi jamaah melaksanakan shalat Idul Fitri. Kami juga berharap pada jamaah setelah melaksanakan shalat Idul Fitri dapat bersilahturahmi dengan keluarga dirumah," ujar Zaenal.











































