Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung mencatat sebanyak 100 ribu kendaraan melintasi Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (18/3/2026) malam. Mayoritas pemudik mengarah ke Garut dan Tasikmalaya.
Pantauan detikJabar di lokasi pukul 20.00 WIB, kendaraan mulai memadati jalur pada sore hingga menjelang malam hari. Kendaraan yang melintas didominasi roda dua dan roda empat dengan barang bawaan tambahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Humas Dishub Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan rekapitulasi data kendaraan hingga pukul 19.00 WIB. Data tersebut menunjukkan kenaikan signifikan jumlah pemudik yang melintas.
"Sampai pukul 19.00 WIB tadi, sebanyak 100.288 kendaraan melintas ke arah Garut dan Tasikmalaya," ujar Eric kepada detikJabar.
Eric mengungkapkan peningkatan volume kendaraan akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan. Pasalnya, para pemudik masih ramai melintasi jalur Nagreg, Kabupaten Bandung. "Kemungkinan melampaui H-3 tahun lalu sebesar 115 ribu," katanya.
Sementara itu, petugas lalu lintas sempat memberlakukan skema one way atau satu jalur di Jalan Raya Nagreg, mulai dari Cikaledong hingga Limbangan, Kabupaten Garut. Skema tersebut dilakukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
"Untuk hari ini tadi sudah tiga kali one way. Durasi one way tadi tidak menentu, kadang 10 menit, kadang 15 menit kondisional, tergantung kondisi dikewilayahan," ucap Kapospam Cikaledong Nagreg, Kompol Rizal Adam.
Menurutnya, skema one way dinilai efektif dalam membantu mengurai kepadatan lalu lintas. Ia menyebut setelah diberlakukan one way, kepadatan dari arah Bandung menuju Garut langsung terurai.
"Tadi padat kemudian diberlakukan one way, alhamdulillah, menguras kendaraan yang dari arah Bandung ke arah Garut," bebernya.
Skema one way tersebut dilakukan dengan bekerja sama dengan Satlantas Polres Garut. Hal tersebut dilakukan jika antrean kendaraan sudah mengekor hingga beberapa kilometer.
"Apabila ada kepadatan yang sehingga mengekor ke arah dekat Polsek Nagreg sebelum rel kereta, kami berlakukan one way sepenggal dari mulai Jalan Cikaledong sampai ke Limbangan," ucapnya.
Rizal mengungkapkan kondisi arus lalu lintas di Jalur Nagreg kerap berubah-ubah. Namun, menurutnya, kepadatan biasanya terjadi saat menjelang waktu berbuka puasa.
"Untuk saat ini arus kendaraan lalu lintas pemudik dari arah Bandung yang melintas ke arah Garut, ke arah Tasik yang melintas ke depan pos Cikaledong, alhamdulillah relatif, kadang ramai, padat, dan kadang juga landai," kata Rizal.
Meski begitu, petugas kepolisian telah ditempatkan di beberapa titik untuk mengurai kemacetan. Terdapat peningkatan volume kendaraan yang cukup terasa dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
"Iya untuk perbandingkan dengan kemarin malam, untuk hari ini memang ada peningkatan arus kendaraan dibandingkan dengan hari malam tadi sebelumnya. Untuk malam tadi sebelumnya relatif landai seperti ini, lihat. Tapi kalau tadi setelah maghrib ya, ada terlihat kepadatan arus lalu lintas sudah terlihat padat," pungkasnya.
(iqk/iqk)
