Iron Dome Tak Berkutik, 'Bom Beranak' Iran Bikin Israel Ketar-ketir

Kabar Internasional

Iron Dome Tak Berkutik, 'Bom Beranak' Iran Bikin Israel Ketar-ketir

Fino Yurio Kristo - detikJabar
Selasa, 17 Mar 2026 17:30 WIB
Munisi tandan
Munisi tandan (Foto: Unwired)
Israel -

Israel menyebut Iran telah meluncurkan munisi tandan atau bom beranak, yang dinilai semakin menyulitkan sistem pertahanan udaranya yang saat ini sudah berada di bawah tekanan. Senjata tersebut dipasang pada rudal sehingga lebih sulit dideteksi dan dicegat.

Munisi tandan bekerja dengan cara meledak di udara, kemudian menyebarkan puluhan bom kecil ke area yang luas. Pada malam hari, serpihan bom ini tampak seperti kilatan bola api berwarna oranye. Selain sulit diantisipasi, dampaknya juga sangat berbahaya.

Dalam beberapa hari terakhir, otoritas Israel gencar memberikan peringatan kepada warga terkait ancaman senjata ini. Salah satu risikonya adalah adanya bom yang tidak meledak dan tetap berada di permukaan tanah, sehingga berpotensi membahayakan dalam jangka waktu lama. Dilaporkan, sedikitnya tiga orang meninggal dunia akibat serangan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Munisi jenis ini bukan hal baru dan telah digunakan dalam berbagai konflik selama beberapa dekade. Israel sendiri pernah memakainya saat menghadapi kelompok Hizbullah di Lebanon pada tahun 2006.

Anak bom tersebar luas

Setelah munisi induk diluncurkan, ia melepas sub-munisi (bomblets) lebih kecil pada ketinggian 7-10 kilometer. Anak-anak bom tersebar di area luas, beberapa ratus meter hingga beberapa kilometer.

ADVERTISEMENT

Kritikus berpendapat munisi tandan membunuh atau melukai secara membabi buta, dan anak bom yang belum meledak tetap berbahaya jauh setelah digunakan. Di Israel, munisi ini bisa menjadi sangat berbahaya karena sebagian besar rudal diarahkan ke wilayah padat penduduk.

"Bom tandan tidak menimbulkan kerusakan nyata pada bangunan, melainkan pada manusia," kata Yehoshua Kalisky, peneliti senior di Institute for National Security Studies yang dikutip detikINET dari Associated Press

Iron Dome kewalahan

Pejabat militer Israel mengatakan sekitar separuh dari proyektil yang diluncurkan Iran ke arah Israel adalah munisi tandan. Sistem pertahanan rudal Arrow telah melakukan tugas dengan baik mencegat rudal balistik. Namun, jika munisi tandan dilepas sebelum rudal dihancurkan, tidak banyak yang bisa dilakukan.

Sistem Iron Dome Israel diarahkan untuk mencegat roket lebih kecil yang ditembakkan dari jarak pendek dan ketinggian lebih rendah. Namun, sistem ini tidak dirancang untuk menghancurkan munisi tandan setelah mereka menyebar menjadi puluhan anak bom.

Tak seperti bahan peledak lebih berat, anak-anak bom ini, sering kali berbobot kurang dari 3 kilogram, paling berbahaya bagi target seperti mobil, etalase toko, atau orang-orang yang terjebak di luar tempat perlindungan.

Sub munisi ini juga lebih sering gagal meledak dibandingkan jenis hulu ledak lainnya. Senjata yang belum meledak dapat bertindak seperti ranjau darat, meledak di kemudian hari.

Secara luas dilarang tapi masih digunakan

Munisi tandan, termasuk yang lebih tepat sasaran dibanding milik Iran, tidak ilegal tapi dilarang Konvensi Jenewa untuk digunakan di wilayah sipil. Senjata ini juga dilarang di bawah perjanjian internasional yang ditandatangani lebih dari 120 negara. Iran, AS, dan Israel tidak ikut serta.

Munisi tandan pertama kali digunakan Nazi, saat mereka menjatuhkan "bom kupu-kupu" di Inggris pada Perang Dunia II. AS menggunakannya di Vietnam, Laos, Irak, dan Afghanistan, serta menyediakan munisi tandan ke Ukraina. Rusia dituduh menggunakan bom tandan dalam invasi ke Ukraina, yang dibantah oleh Moskow.

Selama perang tahun 2006 di Lebanon dengan kelompok militan Hizbullah, PBB memperkirakan sekitar 30% hingga 40% bom tandan Israel gagal meledak, meninggalkan Lebanon selatan berserakan dengan ratusan ribu anak bom.

Artikel ini telah tayang di detikINET. Baca selengkapnya di sini.

(fyk/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads