Pertama Kali Dipakai, Iran Luncurkan 'Misil yang Menari'

Kabar Internasional

Pertama Kali Dipakai, Iran Luncurkan 'Misil yang Menari'

Novi Christiastuti - detikJabar
Senin, 16 Mar 2026 15:30 WIB
An Iranian Sejjil solid-fueled medium-range ballistic missile is being displayed at the Azadi (Freedom) square in western Tehran during a rally to mark the 45th anniversary of the victory of Irans 1979 Islamic Revolution, on February 11, 2024. The I
Rudal Iran Sejjil (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Bandung -

Angkatan Bersenjata Iran pertama kalinya menggunakan rudal canggih Sejjil dalam membalas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang memanas sejak 28 Februari 2026 lalu.

"Untuk pertama kali dalam responsnya terhadap serangan AS-Israel, Iran meluncurkan rudal Sejjil," sebut Al Jazeera dalam laporannya.

Laporan Al Jazeera juga menyebut rudal Sejjil ini menggunakan bahan bakar padat, sehingga lebih sulit dideteksi dan dicegat di udara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan tersebut dikonfirmasi oleh media Iran, Press TV, yang menyebut bahwa rudal Sejjil telah diluncurkan dalam gelombang ke-54 operasi "True Promise 4" terhadap target Israel dan AS.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), seperti dilansir Press TV, Senin (16/3/2026), mengumumkan pada Minggu (15/3) waktu setempat bahwa operasi pembalasan itu dilaksanakan dengan kode operasi "Ya Zahra".

ADVERTISEMENT

IRGC mengatakan bahwa sejumlah besar rudal, termasuk Khorramshahr yang merupakan rudal super berat dengan hulu ledak ganda, kemudian Kheybar, Qadr, dan Emad, telah dikerahkan.

Rudal Sejjil yang merupakan rudal berbahan bakar padat, sebut Press TV dalam laporannya, dikerahkan untuk pertama kalinya sejak AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada akhir Februari.

Disebutkan Press TV bahwa rudal Sejjil diluncurkan untuk menyerang pusat komando dan kendali rezim Israel serta infrastruktur militer penting. Dalam postingannya via X, komandan Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, mengonfirmasi peluncuran rudal Sejjil selama gelombang serangan pembalasan terbaru.

An Iranian Sejjil solid-fueled medium-range ballistic missile is being displayed at the Azadi (Freedom) square in western Tehran during a rally to mark the 45th anniversary of the victory of Iran's 1979 Islamic Revolution, on February 11, 2024. The Iranian Islamic Revolution, which led to the overthrow of the Pahlavi dynasty in 1979, replaced the Imperial State of Iran with the present-day Islamic Republic of Iran. (Photo by Morteza Nikoubazl/NurPhoto via Getty Images)Misil Sejjil Iran Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

Sementara itu, laporan media-media lokal Israel menyebutkan bahwa sirene peringatan serangan udara berbunyi di area ibu kota Tel Aviv, Herzliya, dan setidaknya di 141 lokasi lainnya di berbagai wilayah Israel.

Misil yang Menari

Rudal Sejjil, menurut laporan NDTV, merupakan rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat dengan, dua tahap pelepasan, yang diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 2.000 kilometer. Kapasitas muatan rudal Sejjil mencapai 700 kilogram.

Karena kemampuannya bermanuver di ketinggian, rudal Sejjil dijuluki "dancing missile", merujuk pada kemampuannya untuk menghindari sistem pertahan rudal seperti Iron Dome milik Israel.

Menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), rudal Sejjil memiliki panjang sekitar 18 meter, diameter sekitar 1,25 meter, dan berat sekitar 23.600 kilogram. Desain berbahan bakar padatnya, sebut CSIS, menawarkan keunggulan strategis, yang memungkinkan rudal ini dipersiapkan dan diluncurkan lebih cepat daripada sistem berbahan bakar cair lainnya.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads