Jejak 'Unicorn' di Gurun Sahara

Kabar Internasional

Jejak 'Unicorn' di Gurun Sahara

Rachmatunnisa - detikJabar
Sabtu, 14 Mar 2026 15:00 WIB
Dinosaurus mirip unicorn
Dinosaurus mirip unicorn (Foto: ArsTechnica).
Jakarta -

Gurun Sahara baru saja membongkar rahasia besar dari masa lalu. Para ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru dengan penampilan yang sangat nyentrik. Predator raksasa ini memiliki tonjolan unik di kepalanya, hingga dijuluki mirip unicorn atau kuda bertanduk dari zaman purba.

Dinosaurus ini resmi diberi nama Spinosaurus mirabilis. Ia merupakan anggota baru dari keluarga spinosaurid yang pernah menguasai bumi sekitar 95 juta tahun lalu pada periode Kapur. Fosilnya ditemukan di wilayah Niger, Afrika, oleh tim peneliti tangguh yang dipimpin oleh paleontolog dari University of Chicago.

Apa yang membuatnya begitu mencolok? Jawabannya ada di bagian atas tengkoraknya. Terdapat jambul tulang besar berbentuk seperti pedang melengkung (scimitar). Struktur inilah yang membuat predator ini terlihat seperti dinosaurus bertanduk tunggal yang gagah sekaligus mengerikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jambul ini diperkirakan memiliki panjang sekitar 50 cm. Para ahli menduga bagian tersebut dilapisi oleh keratin-bahan yang sama dengan kuku manusia atau tanduk hewan modern. Fungsinya? Kemungkinan besar sebagai "alat pamer" visual yang berwarna mencolok untuk menarik perhatian pasangan atau sekadar menakuti lawan di wilayah kekuasaannya.

Bicara soal ukuran, Spinosaurus mirabilis bukan lawan sembarangan. Mengutip data dari ArsTechnica, predator ini memiliki panjang tubuh mencapai 12 hingga 13 meter dengan bobot hingga beberapa ton. Rahangnya panjang dan dipenuhi gigi kerucut yang saling mengunci, sangat mirip dengan anatomi buaya modern. Ini adalah senjata sempurna bagi predator pemakan ikan.

ADVERTISEMENT

Gaya berburunya pun tergolong unik. Para ilmuwan menemukan bukti bahwa dinosaurus ini lebih suka menghabiskan waktu di perairan dangkal seperti sungai atau rawa-rawa. Paul Sereno, paleontolog dari University of Chicago yang memimpin riset ini, memberikan gambaran menarik tentang perilaku sang predator.

"Saya membayangkan dinosaurus ini seperti 'bangau neraka' yang tidak ragu berjalan ke air sedalam dua meter," kata Sereno.

"Namun kemungkinan besar ia menghabiskan waktu di perairan dangkal untuk mengintai ikan besar," imbuhnya.

Ada satu fakta lagi yang bikin para peneliti garuk-garuk kepala: lokasi penemuannya. Jika biasanya fosil spinosaurid ditemukan di area pesisir, fosil Spinosaurus mirabilis justru ditemukan jauh di pedalaman Sahara, ratusan kilometer dari garis pantai purba.

Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi dunia sains. Ternyata, jutaan tahun lalu, wilayah yang kini menjadi gurun pasir gersang tersebut adalah kawasan hutan rimbun yang dipenuhi jaringan sungai dan danau yang luas. Sebuah rumah yang sempurna bagi si 'Bangau Neraka' bertanduk satu.

Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Penampakan Ratusan Jejak Kaki Dinosaurus di Italia"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads