Jalur Cipatat-Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) lalu berlanjut ke Padalarang-Cimahi, Kota Cimahi, akan jadi rute yang dilintasi pemudik pada momen Idul Fitri 1447 Hijriah.
Rute tersebut menjadi perlintasan utama pemudik terutama yang menggunakan sepeda motor dari arah Bogor, Sukabumi, dan Cianjur. Kemudian pemudik dari arah Karawang dan Purwakarta. Semuanya akan bermuara di Simpang Padalarang.
Dinas Perhubungan KBB sudah memetakan beberapa simpul kemacetan dan titik rawan kecelakaan di sepanjang jalur mudik tersebut. Setidaknya ada 15 titik kemacetan di sepanjang jalur Cipatat-Padalarang dan jalur Purwakarta-Padalarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Titik rawan macet pertama ada di daerah Cipatat karena adanya aktivitas pasar tradisional. Lalu Pasar Rajamandala Kulon, Pasar Saguling, Pasar Batujajar, Simpang BBS-Cipatik, Pasar Tagog Padalarang, Simpang Purabaya, Simpang Stasiun Whoosh Padalarang, dan Gedong Lima.
Kemudian Simpang Tol Padalarang, Simpang Caringin, Simpang Cimareme, Simpang SPBU Cibogo, Pasar Panorama Lembang, Simpang Ingimetal, Simpang Beatriks, serta Kawasan Farmhouse.
"Hasil pemetaan, titik rawan macet itu tersebar di sepanjang jalur mudik KBB baik dari arah Cipatat ke Padalarang serta arah Purwakarta ke Padalarang. Rata-rata karena aktivitas pasar dan persimpangan," kata Kepala Dinas Perhubungan KBB, Mochamad Ridwan Evi, Jumat (13/3/2026).
Kemudian titik ruas jalan rawan kecelakaan di Bandung Barat terpetakan ada enam titik. Yakni Jalan Dago Giri, Jalan Punclut, Jalan Raya Purwakarta, Jalan Raya Cipatat, Jalan Raya Lembang dan Jalan Cipeundeuy-Cikalongwetan.
"Lalu jalur rawan kecelakaan juga harus diwaspadai. Pengendara mesti memperhatikan jalur yang berkelok kemudian licin saat hujan," kata Ridwan.
Sementara dari arah Padalarang menuju Cimahi, simpul kemacetan ada di Simpang Cimareme, Simpang Sangkuriang, Kawasan Alun-alun, Simpang Cihanjuang, Kawasan Cimindi, lalu Simpang Cibeureum.
"Itu adalah jalur-jalur yang tentunya harus kita amankan. Semata-mata kami lakukan untuk bisa memberikan rasa aman kepada pemudik-pemudik," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra.
Untuk mengamankan jalannya arus mudik nanti, pihaknya menyiagakan 667 personel yang disebar ke seluruh titik perlintasan di wilayah Cimahi dan Bandung Barat. Mereka akan bertugas selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang berlangsung 13-25 Maret 2026.
"Jumlah personel 667 yang tersebar, yang mana pelaksanaan kegiatan kurang lebih selama 13 hari. Kita sudah mendirikan sebanyak 12 pos pelayanan dan pos pengamanan. Untuk pos terpadu ada 2, 1 di Simpang Padalarang dan 1 lagi di Alun-alun Cimahi," kata Niko.
Simak Video "Video Kemacetan di Grogol Jakbar Imbas Pembangunan Flyover Latumenten"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)











































