PT KAI memetakan sejumlah daerah rawan bencana alam menjelang arus mudik tahun ini. Setidaknya, puluhan titik rawan tercatat tersebar di wilayah Daop 2 hingga Daop 4 dengan potensi bencana mulai dari banjir hingga longsor.
"Nah, kalau daerah rawan hampir setiap daerah ada ya. Daerah rawan tuh daerah banjir, ada daerah longsor, ada amblas, kemudian juga ada rawan perlintasan," kata Direktur Operasi PT KAI (Persero), Awan Hermawan Purwadinata di Stasiun Bandung, Jumat (13/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awan mengungkapkan, di wilayah Daop 2 terdapat 55 daerah rawan. Kondisi serupa terjadi di wilayah Daop 4, dengan ancaman utama berupa bencana banjir. Pihaknya berharap banjir rob tidak terjadi, meski segala langkah antisipasi telah dilakukan, termasuk meninggikan lintasan.
"Kami sudah angkat track-nya, sudah dipersiapkan, mudah-mudahan jangan sampai ada banjir. Karena cuaca masih belum menentu, tapi kalau sampai ada air rob mudah-mudahan kereta api masih bisa jalan karena track-nya sudah kita angkat," ungkapnya.
Awan menyebutkan, pada pelaksanaan angkutan mudik dan balik Lebaran, pihaknya akan bersiaga selama 24 jam. Pengamanan akan dilakukan selama 18 hari, terhitung sejak 13 hingga 30 Maret.
"Bukan hanya pada Daop 2, tapi hampir seluruh Daop di Jawa kita persiapan sudah kita siapkan jauh-jauh sebelumnya. Kita ada ramp check bersama dengan DJKA, kemudian pemeriksaan lintas dengan KAIS, KNKT, DJKA. Kita perjalanan antara dua KAIS, selatan dan utara. Jadi untuk persiapan untuk melihat kesiapan rekan-rekan di lintas sudah kami persiapkan jauh sebelumnya," jelasnya.
"Personil secara seluruh kan kita pegawai kereta apinya tuh 28 sampai 36 ribu, belum outsourcing, kurang lebih sekitar 50 ribu. Tapi untuk pengamanan lebaran, kita sudah menyiapkan juga 3.000 untuk daerah-daerah rawan, juga ada bantuan dari TNI-Polri," tambahnya.
Tiket Terjual 70 Persen
Terkait antusiasme warga yang mudik menggunakan kereta api, Awan menyebutkan bahwa lebih dari 50 persen tiket KA sudah terjual.
"Okupansi kalau kemarin kita lihat angkutan lebaran tuh sudah 70 persen yang sudah terjual untuk tiketnya," ujarnya.
"Kalau untuk secara menyeluruhnya kurang lebih saya sekitar 3,5 juta untuk angkutan jarak jauh," tambahnya.
Demi memberikan kenyamanan kepada para pemudik, Daop 2 menyediakan rangkaian kereta baru, yakni Kereta Ekonomi New Generation.
"Tempat duduknya hanya 92 dari yang tadinya 106. Walaupun memang harganya agak berbeda sedikit di atas kereta ekonomi yang PSO, tapi itu sangat nyaman duduknya. Karena tidak ada lagi yang beradu dengkul, semua bisa menghadap, bisa bolak-balik sesuai arah perjalanan kereta. Rutenya, Lempuyangan - Pasar Senen," tambahnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya yang ingin menggunakan jasa kereta api, agar segera membeli tiket karena persediaan masih tersedia. "Jadi lebih cepat lebih baik agar bisa terjadwal perjalanannya baik berangkat mudik maupun pulang," ucapnya.
"Kemudian kepada pengguna masyarakat kendaraan yang melewati perlintasan kereta api baik yang dijaga maupun tidak dijaga harap berhati-hati. Melihat ke kiri ke kanan ada kereta lewat atau tidak, apalagi yang tidak dijaga untuk menjaga keamanan," pungkasnya.
(wip/orb)










































