Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang akan mengoperasikan platform bernama Lebaran Realtime (LRT), selama momen Operasi Ketupat 2026. Aplikasi ini tentunya akan memudahkan segala kebutuhan para pemudik.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, platform ini dioperasikan kembali setelah pada tahun sebelumnya berjalan. LRT, menurutnya, akan menjangkau segala aspek seperti pemantauan jalanan Sumedang melalui CCTV.
"Ini sudah dari tahun kemarin, dan sekarang setiap lebaran diaktifkan. LRT, Lebaran kali ini disertai tentang Sumedang. Jadi bisa dilihat CCTV, semua gimana, setiap tempat macet atau tidak," ujar Dony usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Mapolres Sumedang, Kamis (12/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Termasuk juga yang ke jalan tol, CCTV jalan tol. Jadi orang kalau ke Sumedang, buka LRT aja. Nanti ada tanda yang macet, mana saja ada tandanya," sambungnya.
Dony mengatakan, kegunaan dari platform LRT ini tentu dapat memudahkan bagi para pemudik yang akan menghabiskan waktu hari raya di Sumedang. Selain mengurai terjadinya kemacetan, adapun juga dapat memberikan informasi lain seperti objek wisata unggulan, SPBU, bengkel, tempat pembelanjaan, hingga rumah sakit yang ada di Kabupaten Sumedang.
"Jadi bisa jalur alternatif. Bisa mengurai kemacetan tentunya ketika ada warning ini macet, orang tidak menumpuk ke sana. Tapi jalan alternatif ada di Lebaran Realtime. Jadi semua ada di sana, untuk memudahkan para pengguna jalan, para pemudik dan yang berlebaran di Sumedang ini," katanya.
Waspada Saat Lintasi Rawan Bencana
Dalam kesempatan ini, Dony pun mengajak kepada seluruh pemudik yang hendak melintasi jalan Kabupaten Sumedang untuk tetap waspada. Sebab, saat ini cuaca buruk masih terjadi di Sumedang dan bisa menyebabkan terjadinya bencana.
"Saya doakan mudah-mudahan tidak ada bencana di Sumedang, dijauhkan dari bencana, mudiknya lancar, lebaran semuanya bahagia. Pemudik, selamat mudik, baca doa, berangkat, cek kendaraannya, dengan hati-hati, dengan teliti, betul-betul layak digunakan pemudik, kemudian waspada di tempat-tempat yang rawan bencana," ucapnya.
Selain itu, ia juga mengajak kepada seluruh pemudik agar senantiasa berhati-hati saat berkendara dan selalu mengecek kendaraan sebelum melakukan perjalanan.
"Kami minta kewaspadaan masyarakat, kemudian patuhi aturan yang ada, ikuti rambu-rambu lalu lintas, bahwa seadanya saja ketika mudik, kemudian ketika mudik pun, betul-betul menjadi pengguna jalan yang baik," ungkap Dony.
Sementara itu, dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Sumedang sebanyak 1.345 personel pun diturunkan. Personel tersebut akan tersebar di 14 pos terpadu, posyandu, hingga pospam.
"Kita dalam operasi Lodaya 2026 menyiapkan ada satu pos terpadu, tiga pos pelayanan, dan sepuluh pos pengamanan. Untuk personel yang kita siagakan ada 1.345 gabungan dari TNI, Polri, BPBD, PMI, Pramuka, dan lain-lain," kata Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika.
(dir/dir)











































