15 armada bus angkutan mudik lebaran menjalani pemeriksaan kondisi atau ramp check sebelum mengantarkan pemudik dari Kota Cimahi menuju ke kampung halaman menjelang momen Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ramp check sendiri menjadi bagian penting pengecekan kondisi kendaraan apakah layak digunakan atau tidak. Pengecekan kondisi bus mulai dari rem, ban, pengereman, lampu, hingga alat pemadam api ringan (APAR).
15 bus yang digunakan oleh Pemerintah Kota Cimahi pada program Mudik Happy 2026 mengantre untuk menjalani proses pemeriksaan di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor di Jalan HMS. Mintaredja, Baros, Kamis (12/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini semua (bus) sudah ikut ramp check, lulus semua alhamdulillah. Sehingga nanti bus dipastikan aman untuk digunakan mudik," kata Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, Kamis (12/3/2026).
Pemerintah Kota Cimahi sendiri membuka program mudik gratis dengan sasaran sebanyak 720-an peserta. Jumlah itu tentunya hanya separuh dari peminat program mudik gratis yang kerap digelar pada momen menjelang Idul Fitri.
"720-an peserta dengan 15 bus ya, 15 bus tujuan daerah utara dan selatan Jawa. Utara tujuan akhirnya di Semarang, kemudian untuk daerah selatannya tujuan akhirnya sampai di Kota Solo. Ya, jadi ada dua jalur," kata Adhitia.
"Alhamdulillah memang antusias sekali yang daftar mencapai 1.700 orang. Namun mohon maaf yang sebesar-besarnya, kami pemerintah dan beberapa stakeholder baru bisa menyiapkan 15 bus untuk tahun ini," imbuhnya.
Di tahun ini, persentase pemudik asal Cimahi menuju ke daerah Jawa Tengah dan sekitarnya. Sebagian besar pemudik merupakan kaum urban yang kemudian menetap dan memiliki KTP Kota Cimahi.
"Persentase pemudik kurang lebih hampir sama, kurang lebih sampai 60 persenan ya. Cimahi ini selalu setiap mudik itu 70 persenan warganya pulang kampung. Mereka memang kaum urban yang akhirnya menetap disini, semua peserta mudik gratis kan harus warga ber-KTP Cimahi," kata Adhitia.
(dir/dir)











































