Tanpa Ampun! Stum Gilas Miras dan Knalpot Bising di Bandung

Tanpa Ampun! Stum Gilas Miras dan Knalpot Bising di Bandung

Yuga Hassani - detikJabar
Kamis, 12 Mar 2026 16:30 WIB
Petugas saat menghancurkan barang bukti miras di Dome Balerame, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (12/3/2026).
Petugas saat menghancurkan barang bukti miras di Dome Balerame, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (12/3/2026). (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Deru mesin penggilas berwarna kuning dinyalakan dengan kencang. Bergemuruh liar dengan asap mengepul langsung menggilas knalpot bising dan miras yang tergeletak.

Miras dengan berbagai merk dan knalpot bising hancur seketika. Percikan kaca-kaca miras berserakan dan rata dengan tanah yang dilapisi terpal.

Beberapa petugas turut menghancurkan barang bukti tersebut dengan melempar ke arah tumpukan. Deru mesin stum melibas barang bukti itu tanpa ampun dan hancur berkeping-keping.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan di Dome Balerame, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (12/3/2026). Barang bukti tersebut merupakan hasil sitaan selama tahun 2026.

"Kami melaksanakan pemusnahan barang bukti miras dan tuak serta knalpot brong (brong). Untuk miras ini berbagai merk, jumlahnya lebih kurang 14.999 botol. Kemudian untuk tuak tadi ada sekitar 1.565 liter, untuk knalpot Brong ini sekitar 2.000-an yang kita musnahkan hari ini," ujar Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono.

ADVERTISEMENT

Aldi meminta para orang tua pun harus terus memperhatikan anak-anaknya terkait bahaya miras. Sehingga perang terhadap miras, obat keras tertentu, dan narkoba lainnya terus dilakukan.

"Kita minta para orang tua ya ini agar perang terhadap miras ya, menjaga anak-anaknya dari bahaya miras," tegasnya.

Menurutnya banyak perbuatan kriminal didorong oleh minuman keras (miras). Kata dia, beberapa diantaranya bisa menjadi korban dan ada yang menjadi pelaku.

"Oleh karena itu ini menjadi kewajiban kita semua, seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan kita ya, masa depan anak-anak kita agar bisa lebih baik lagi," ucapnya.

Kemudian ribuan knalpot brong pun turut dimusnahkan secara langsung. Knalpot tersebut digunakan rata-rata pada kendaraan yang digunakan pelajar di Kabupaten Bandung.

"Artinya ini dimungkinkan ya mendapat fasilitas ya untuk membeli knalpot Brong. Sehingga saya berharap para orang tua anaknya yang masih SMP, SMA ya. Pertama, kan belum boleh berkendara, tidak ada SIM. Kedua, knalpot brong ini sangat banyak mudaratnya. Sehingga mari sama-sama kita lawan knalpot brong karena sangat mengganggu masyarakat," kata Aldi.

Dalam kesempatan tersebut petugas gabungan TNI, Polri, BPBD, Dishub, dan lain-lain telah melakukan apel gelar pasukan. Sebanyak 1733 personel disiagakan pada 21 pos yang disebar disepanjang jalur mudik 2026.

"Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang nantinya akan mudik baik warga Kabupaten Bandung ataupun masyarakat lain yang akan melintasi Kabupaten Bandung," kata Aldi.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads