Menjelang Hari Raya Idulfitri, kebutuhan masyarakat biasanya meningkat cukup signifikan. Banyak orang mulai mempersiapkan berbagai keperluan Lebaran sejak jauh-jauh hari, mulai dari membeli tiket mudik, menyiapkan pakaian baru, hingga membeli parsel atau oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat.
Tidak hanya itu, tradisi berbagi amplop Lebaran kepada anak-anak dan sanak saudara juga membuat pengeluaran selama momen ini semakin besar. Karena itulah, Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu sumber dana yang sangat dinantikan oleh para pekerja menjelang Lebaran.
Namun, muncul pertanyaan yang sering dialami banyak orang: sebaiknya THR dipakai untuk apa? Tanpa perencanaan yang tepat, uang yang diterima setahun sekali ini bisa habis dalam waktu singkat tanpa memberikan manfaat jangka panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar tidak salah mengelola, penting bagi setiap orang untuk memahami cara mengatur THR secara bijak.
Banyak Kebutuhan Muncul Menjelang Lebaran
Menjelang Idulfitri, berbagai kebutuhan tambahan biasanya muncul secara bersamaan. Beberapa di antaranya bahkan perlu disiapkan lebih awal karena berpotensi cepat habis atau mengalami kenaikan harga.
Misalnya saja kebutuhan membeli tiket transportasi untuk mudik. Ketika musim mudik tiba, tiket kereta api, bus, hingga pesawat biasanya cepat terjual karena tingginya permintaan masyarakat.
Selain tiket mudik, pengeluaran lain yang sering muncul menjelang Lebaran antara lain:
Membeli pakaian baru
Menyiapkan parsel Lebaran
Membeli kue atau hampers untuk keluarga
Menyiapkan amplop Lebaran untuk kerabat
Membeli oleh-oleh saat mudik
Karena banyaknya kebutuhan tersebut, sebagian orang kerap menggunakan seluruh THR untuk keperluan konsumtif selama Lebaran.
Padahal, jika tidak diatur dengan baik, uang THR bisa habis begitu saja tanpa memberikan manfaat lebih dalam jangka panjang.
Pentingnya Membuat Skala Prioritas
Perencana keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari, menyarankan agar masyarakat membuat skala prioritas pengeluaran sebelum menggunakan dana THR. Menurutnya, penting untuk membedakan mana kebutuhan yang harus dipenuhi lebih dulu dan mana yang masih bisa ditunda hingga mendekati hari raya.
Sebagai contoh, tiket transportasi untuk mudik sebaiknya menjadi prioritas utama karena biasanya perlu dibeli jauh-jauh hari. Selain lebih mudah didapatkan, membeli tiket lebih awal juga sering kali lebih murah dibandingkan membeli saat mendekati hari keberangkatan.
Sementara itu, kebutuhan lain seperti membeli pakaian baru, parsel, atau oleh-oleh biasanya masih bisa disiapkan setelah THR diterima. Dengan cara ini, seseorang dapat menghindari pengeluaran yang terburu-buru dan memastikan dana yang dimiliki tetap cukup hingga Lebaran tiba.
THR Boleh Dihabiskan, Tapi Sebaiknya Tidak Seluruhnya
Secara fungsi, THR memang diberikan perusahaan sebagai tambahan penghasilan bagi pekerja untuk memenuhi kebutuhan saat hari raya.
Karena itu, tidak ada larangan jika dana tersebut digunakan untuk berbagai keperluan Lebaran, seperti membeli makanan, pakaian, atau berbagi dengan keluarga.
Meski demikian, para ahli keuangan menyarankan agar THR tidak dihabiskan sepenuhnya untuk pengeluaran konsumtif.
Pasalnya, uang THR merupakan tambahan penghasilan yang cukup besar dan hanya diterima sekali dalam setahun. Jika dikelola dengan baik, dana ini bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi keuangan.
Gunakan Sebagian THR untuk Melunasi Utang
Salah satu cara bijak memanfaatkan THR adalah dengan menggunakannya untuk melunasi atau mengurangi utang.
Utang yang dimaksud bisa berupa:
Cicilan kartu kredit
Paylater
Pinjaman online
Cicilan kendaraan
Utang pribadi lainnya
Mengurangi utang dengan dana THR dapat membantu meringankan beban keuangan pada bulan-bulan berikutnya.
Ketika cicilan berkurang atau bahkan lunas, penghasilan bulanan yang biasanya digunakan untuk membayar utang dapat dialihkan untuk menabung atau berinvestasi.
Dengan begitu, manfaat THR tidak hanya dirasakan saat Lebaran, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kondisi finansial di masa depan.
Sisihkan untuk Tabungan atau Investasi
Selain untuk kebutuhan Lebaran dan pembayaran utang, sebagian dana THR juga sebaiknya dialokasikan untuk tabungan atau investasi.
Langkah ini penting agar uang yang diterima tidak habis tanpa sisa.
Beberapa pilihan pengelolaan THR yang bisa dipertimbangkan antara lain:
Menambah dana darurat
Menabung untuk tujuan tertentu
Berinvestasi di reksa dana
Menyimpan dana untuk kebutuhan pendidikan anak
Menabung untuk rencana jangka panjang
Dana darurat, misalnya, menjadi salah satu aspek keuangan yang sering diabaikan oleh banyak orang. Padahal dana ini sangat penting untuk menghadapi kondisi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, sakit, atau kebutuhan mendesak lainnya.
Jika selama ini belum memiliki dana darurat, THR bisa menjadi kesempatan yang tepat untuk mulai membangunnya.
Contoh Pembagian THR yang Bijak
Agar penggunaan THR lebih terarah, masyarakat dapat membuat pembagian anggaran yang jelas.
Salah satu contoh pembagian yang sering disarankan oleh perencana keuangan adalah:
30% untuk kebutuhan Lebaran, seperti makanan, pakaian, atau oleh-oleh
50% untuk membayar atau mengurangi utang
10-20% untuk kebutuhan pribadi atau hiburan
Pembagian ini tentu bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.
Jika seseorang tidak memiliki utang, porsi tersebut bisa dialihkan untuk tabungan, investasi, atau menambah dana darurat.
Yang terpenting adalah memastikan bahwa dana THR tidak sepenuhnya habis untuk konsumsi sesaat.
Bijak Mengelola THR Agar Tidak Cepat Habis
Mengelola THR dengan baik tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan Lebaran, tetapi juga memperkuat kondisi finansial dalam jangka panjang.
Dengan membuat prioritas pengeluaran, mengurangi utang, serta menyisihkan sebagian dana untuk tabungan atau investasi, uang THR dapat memberikan manfaat yang lebih besar.
Lebaran memang menjadi momen untuk berbagi kebahagiaan bersama keluarga dan orang terdekat. Namun, mengatur keuangan dengan bijak juga menjadi langkah penting agar kondisi finansial tetap sehat setelah hari raya berlalu.
Karena itu, sebelum menggunakan THR, luangkan waktu untuk menyusun rencana pengeluaran agar dana yang diterima tidak habis begitu saja, melainkan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masa depan.
(tya/tya)
