Iran Ancam Hantam Kapal AS di Selat Hormuz Pakai Rudal-Drone

Kabar Internasional

Iran Ancam Hantam Kapal AS di Selat Hormuz Pakai Rudal-Drone

Rolando Fransiscus Sihombing - detikJabar
Rabu, 11 Mar 2026 12:00 WIB
FILE PHOTO: An aerial view of the Iranian shores and the island of Qeshm in the strait of Hormuz, December 10, 2023. REUTERS/Stringer/File Photo
Potret Selat Hormuz, Titik Rawan Jalur Minyak Dunia. (Foto: REUTERS/Nicolas Economou)
Jakarta -

Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan kapal militer Amerika Serikat (AS) maupun sekutunya yang melintasi Selat Hormuz berpotensi menjadi sasaran serangan. Iran menegaskan siap menyerang kapal militer AS dan sekutunya yang berada di jalur strategis tersebut.

Dilansir Al-Jazeera, Rabu (11/3/2026), pernyataan itu muncul setelah Menteri Energi AS Chris Wright sebelumnya mengklaim Angkatan Laut AS mengawal sebuah kapal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz. Unggahan mengenai klaim tersebut kemudian dihapus dari platform X.

Kepala Angkatan Laut IRGC Alireza Tangsiri membantah klaim tersebut dan menegaskan Iran siap menghentikan pelayaran armada militer AS maupun sekutunya di kawasan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Klaim tentang sebuah kapal tanker minyak yang melewati Selat Hormuz dengan pengawalan militer AS sama sekali tidak benar. Setiap pelayaran armada AS dan sekutunya akan dihentikan oleh rudal dan drone bunuh diri Iran," kata kepala angkatan laut IRGC Alireza Tangsiri.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran menyatakan Amerika Serikat menyebarkan informasi yang tidak benar mengenai situasi di Selat Hormuz. Ia menilai langkah tersebut bertujuan memanipulasi pasar keuangan global.

Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di platform X oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Unggahan tersebut muncul setelah AS menarik kembali klaim bahwa salah satu kapal perangnya mengawal kapal tanker energi yang melintas di Selat Hormuz.

"Para pejabat AS menyebarkan berita palsu untuk memanipulasi pasar. Itu tidak akan melindungi mereka dari tsunami inflasi yang telah mereka timpakan kepada rakyat Amerika," tulis menteri luar negeri Iran tersebut.

"Pasar menghadapi kekurangan terbesar dalam sejarah: lebih besar dari Embargo Minyak Arab, Revolusi Islam Iran, dan invasi Kuwait gabungan," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.

(rfs/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads