Lokasi Pergerakan Tanah di Sukabumi Berada di Zona Merah Sesar Cimandiri

Lokasi Pergerakan Tanah di Sukabumi Berada di Zona Merah Sesar Cimandiri

Siti Fatimah - detikJabar
Selasa, 10 Mar 2026 18:48 WIB
BPBD Jabar saat cek lokasi bencana pergerakan tanah di Sukabumi
BPBD Jabar saat cek lokasi bencana pergerakan tanah di Sukabumi. (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Pergerakan tanah yang merusak puluhan rumah di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, menyimpan fakta mengejutkan. Kawasan permukiman warga yang terdampak ternyata berada di zona merah jalur patahan aktif Sesar Cimandiri.

Temuan itu terungkap setelah tim dari BPBD Provinsi Jawa Barat meninjau langsung lokasi pergerakan tanah yang terjadi di Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling, Kabupaten Sukabumi pada Selasa (10/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Pelaksana BPBD Jabar Teten Ame mengatakan tim sebelumnya sudah beberapa kali datang ke wilayah tersebut. Namun pengecekan terbaru memperlihatkan kondisi tanah di area permukiman memang terus bergerak.

"Berdasarkan laporan dari teman-teman di kabupaten memang terjadi pergerakan tanah. Tim kami sudah beberapa kali ke sini dan hari ini kembali mengecek sejauh mana pergerakannya," kata Teten di lokasi.

ADVERTISEMENT

Dari hasil pemantauan di lapangan hingga ke bagian atas lereng, tim melihat langsung adanya retakan dan pergeseran tanah yang memicu longsoran ke arah bawah. Kondisi itu diperparah oleh air yang meresap dari bagian atas lahan.

"Setelah kami cek sampai ke atas, memang terlihat ada pergerakan tanah. Kami prediksi ada air dari atas yang meresap kemudian tanahnya bergerak ke bawah," ujarnya.

Hasil deteksi sementara menunjukkan kawasan tersebut berada di jalur patahan aktif Sesar Cimandiri yang membentang di wilayah selatan Jawa Barat.

"Informasi sementara dari deteksi tim, bahwa ini kawasan Sesar Cimandiri. Posisi ini termasuk zona merah. Tapi masyarakat sudah lama tinggal di sini sehingga menjadi pekerjaan rumah bersama untuk mencari solusi terbaik," ungkapnya.

Ratusan Warga Terdampak

Pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung berdampak cukup luas. Data terbaru dari BPBD Kabupaten Sukabumi per hari ini mencatat 135 kepala keluarga atau 477 jiwa terdampak di dua desa.

Di Desa Bantargadung, tercatat 111 KK atau 364 jiwa terdampak. Sebanyak 76 KK atau 251 jiwa mengungsi di lokasi pengungsian terpusat, sementara 33 KK atau 107 jiwa mengungsi ke rumah kerabat dan 2 KK atau 6 jiwa terpaksa mengontrak rumah.

Kerusakan bangunan juga cukup parah. Sebanyak 61 rumah rusak berat, 18 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan, sementara 8 rumah lainnya terancam jika pergerakan tanah terus terjadi.

Hujan dan Kondisi Tanah Diduga Jadi Pemicu

Teten menjelaskan penyebab pasti pergerakan tanah masih menunggu kajian dari PVMBG. Namun indikasi awal menunjukkan kombinasi curah hujan tinggi dan karakteristik tanah yang mudah menyerap air.

Menurutnya, tanah di kawasan tersebut tergolong subur sehingga air hujan cepat meresap ke dalam lapisan tanah dan memicu pergerakan. Ia juga melihat adanya perubahan tutupan lahan di bagian atas lereng, meski belum bisa dipastikan menjadi penyebab utama.

"Di atas saya lihat tegakan pohonnya sudah agak berkurang, tapi ini masih perlu kajian. Karena selain tegakan, jenis tanah juga sangat berpengaruh terhadap kecepatan air meresap," ujarnya.

Tim dari PVMBG dijadwalkan turun langsung ke lokasi untuk melakukan kajian lebih detail terkait karakteristik tanah dan potensi bahaya lanjutan.

Relokasi Jadi Opsi

Melihat kondisi kawasan yang berada di zona merah patahan aktif, pemerintah mulai mempertimbangkan relokasi bagi warga terdampak.

"Untuk sementara asumsi awal memang harus direlokasi. Tapi nanti kita diskusikan lagi dan dilaporkan ke pimpinan," kata Teten.

Ia menambahkan, BNPB berencana membantu penyediaan hunian sementara (huntara) bagi warga sambil menunggu keputusan penanganan jangka panjang.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads