Memasuki hari ke-20 Ramadan, suasana berbeda terlihat di Pondok Pesantren Darussalam, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Sejak pagi, para santri tidak pergi ke sekolah seperti biasanya, melainkan berkumpul di asrama, Selasa (10/3/2026).
Para santri terlihat sedang melaksanakan aksi bersih-bersih bersama di setiap sudut asrama. Beberapa di antaranya berada di dalam kamar untuk berkemas dan membereskan pakaian ke dalam koper besar. Para santri tersebut tampak gembira dan bersemangat meski sedang berpuasa, karena pada hari ini mereka akan pulang ke rumah masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak pesantren sengaja memulangkan para santri 10 hari sebelum Lebaran agar mereka bisa menjalani sisa Ramadan bersama keluarga. Sebanyak 1.300 santri Ponpes Darussalam mudik lebih awal sebagai langkah antisipasi untuk terhindar dari kemacetan.
"Sebelum mereka (santri) pulang ke kampungnya, biasanya terlebih dulu membersihkan asrama bersama-sama, lalu setiap kamar asrama dikunci supaya aman," ujar Irfan, Pembimbing Asrama Ponpes Darussalam Ciamis.
Irfan menjelaskan, dari 1.300 santri Ponpes Darussalam, sebanyak 160 orang yang tergabung dalam Ikatan Alumni Daerah Asal (Ikdas) akan pulang bersama-sama dengan diberangkatkan menggunakan kereta api menuju Jabodetabek. Sedangkan sisanya akan dijemput oleh masing-masing keluarga pada Rabu (11/3/2026).
"Kalau yang tidak pulang informasi ada 2 orang karena kampungnya berada di luar pulau di Kalimantan dan NTT tapi mereka punya kerabat di sini dekat lingkungan pesantren," jelasnya.
Para santri ini dijadwalkan kembali ke pesantren pada 29 Maret 2026 usai menghabiskan waktu libur Lebaran bersama keluarga. Irfan mengimbau agar selama pulang kampung, para santri tetap membawa nama baik pesantren dan mengaplikasikan ilmu serta kegiatan yang didapat selama di pondok.
Rasyid Ridho Avicenna (13), santri Ponpes Darussalam mengaku gembira dan senang ketika mendapat kabar hari ini pulang dari pesantren dalam rangka libur lebaran.
"Persiapan bawa baju ke koper sudah selesai, sekarang sedang beres-beres asrama dulu. Pulangnya ke Pangalengan Bandung naik kereta nanti di Stasiun- dijemput orang tua," ungkapnya.
Rasyid mengaku mondok di Pesantren Darussalam merupakan keinginannya sendiri, meneruskan jejak kakaknya yang juga sebelumnya pesantren di Darussalam.
"Kesan-kesannya, pertama bulan puasa di pesantren ada sedihnya, biasanya bersama keluarga. Tapi lama-lama seneng karena banyak teman. Paling kaget itu salat tarawih di sini tidak setelah isya tapi jam 2 sebelum sahur," ungkapnya.
Rasyid bertekad akan mengisi libur Lebaran ini dengan memaksimalkan waktu bersama keluarga, mengingat ia tidak bisa pulang sewaktu-waktu kecuali pada momen tertentu seperti libur semester dan Idulfitri.
(sud/sud)
