Korban Tewas Longsor Sampah di Bantargebang Jadi 5 Orang

Korban Tewas Longsor Sampah di Bantargebang Jadi 5 Orang

Wildan Noviansah - detikJabar
Senin, 09 Mar 2026 15:55 WIB
Sejumlah petugas gabungan memindahkan korban longsor gunungan sampah ke kantung jenazah usai ditemukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). Berdasarkan data sementara dari Basarnas DKI Jakarta pada Senin (9/3) siang, sebanyak lima orang meninggal dunia dan empat lainnya masih dalam proses pencarian akibat longsoran sampah di TPST tersebut. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/wsj.
Perkembangan pencarian korban longsor di TPST Bantargebang (Foto: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)
Bekasi -

Korban tewas akibat longsor sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi kembali ditemukan. Saat ini, terdapat lima korban tewas.

"Sekitar pukul 12.05 WIB satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa menuju RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi," kata pejabat Humas Kantor SAR Jakarta, Ramli Prasetyo, saat digunakan, Senin (9/3/2026).

Hingga kini total lima orang korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan beberapa korban lainnya yang dinyatakan hilang masih dalam pencarian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Insiden terjadi secara tiba-tiba, sampah runtuh dan menimbun warung hingga beberapa truk sampah.

ADVERTISEMENT

"Saksi mendengar teriakan warga mengenai adanya longsor, kemudian melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh menutup jalan serta menimpa warung dan beberapa truk sampah," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo, dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).

Informasi longsor sampah Bantargebang ini tersebar cepat melalui grup komunikasi keamanan TPST sehingga petugas segera menuju lokasi. Pihak kepolisian dari Polsek Bantargebang bergegas ke lokasi setelah menerima informasi tersebut.

Petugas dari berbagai unsur turun ke lokasi melakukan evakuasi. Hingga saat ini proses pencarian korban masih terus dilakukan menggunakan alat berat berupa ekskavator.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads