Menjelang arus mudik Lebaran 2026, PT KAI Daop 2 Bandung meningkatkan kesiapan sarana perkeretaapian. Pemeriksaan dan perawatan lokomotif serta gerbong kereta dilakukan secara intensif di depo lokomotif yang berada di Stasiun Bandung.
Di dalam depo, para teknisi terlihat sibuk memeriksa berbagai komponen kereta. Mulai dari sistem pengereman, pendingin, bahan bakar hingga rangka bawah badan kereta diperiksa satu per satu. Setiap bagian dipastikan berada dalam kondisi baik sebelum kembali digunakan untuk melayani perjalanan penumpang selama masa angkutan Lebaran.
Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai aspek operasional untuk menghadapi lonjakan penumpang pada musim mudik tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami dari Daop 2 Bandung sudah mempersiapkan semuanya semaksimal mungkin, termasuk sarana dan prasarana serta SDM yang ada," ujar Kuswardojo, Senin (9/3/2026).
Untuk mendukung operasional selama periode angkutan Lebaran, KAI Daop 2 Bandung menyiapkan puluhan lokomotif dan ratusan kereta yang siap beroperasi.
"Pada tahun ini kami menyiapkan sebanyak 30 lokomotif dan 275 kereta yang siap mengangkut pengguna jasa kereta api selama masa angkutan Lebaran" katanya.
Perawatan sarana kereta dilakukan secara bertahap dengan berbagai jenis pemeriksaan berkala. Kuswardojo menjelaskan, proses perawatan tidak hanya dilakukan saat kereta mengalami kerusakan, tetapi menjadi bagian dari prosedur rutin yang wajib dilaksanakan.
"Kalau kita lihat perawatan yang dilakukan di Depo Kereta Api Bandung, melakukan perawatan mulai dari harian, kemudian P1 atau satu bulanan, kemudian P3, P6 dan P12. Jadi semua itu dilaksanakan di depo, sementara nanti selebihnya dilakukan di Balai Yasa," jelasnya.
Ia menegaskan, perawatan rutin sangat penting untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api. Setiap komponen utama diperiksa secara berkala agar operasional kereta tetap aman dan nyaman bagi penumpang.
"Perawatan adalah hal yang harus dikerjakan setiap harinya, salah satunya untuk memastikan keselamatan dalam operasional sarana tersebut. Nantinya kami juga melakukan pemeriksaan yang rutin yaitu sistem pengereman, pendingin, bahan bakar dan rangka bawah dari body kereta api," ujarnya.
Pemeriksaan bahkan dilakukan setiap hari setelah kereta menyelesaikan perjalanan operasionalnya. "Jadi tiap hari lokomotif yang habis beroperasi masuk ke depo untuk dilakukan perawatan harian," kata Kuswardojo.
Dari total lokomotif yang disiapkan, sebagian besar digunakan untuk operasional harian sehingga harus menjalani pemeriksaan secara rutin di depo.
"Kita mengoperasikan 30 lokomotif, tentunya yang beroperasi lebih kurang ada sekitar 23 lokomotif, nah itu nanti setiap hari akan masuk untuk perawatan," pungkasnya.
Simak Video " Video: Pelabuhan Tanjung Priok Masih Ramai Dipadati Pemudik"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)











































