Di kawasan Jazirah Arab terdapat sebuah kota kuno yang sering dijuluki 'Atlantis Gurun Pasir'. Kota tersebut dikenal dengan nama Ubar, yang diyakini pernah menjadi pusat perdagangan penting sebelum akhirnya hilang secara misterius tertimbun pasir gurun.
Kisah tentang Ubar telah lama hidup di antara legenda dan sejarah. Dalam berbagai cerita, kota ini digambarkan sebagai pusat perdagangan kemenyan yang makmur dan kaya. Namun, sebagaimana dilansir dari detikProperti, kemakmurannya disebut berakhir setelah bencana alam menghancurkan kota tersebut.
Sebagian kalangan juga mengaitkan kisah Ubar dengan gambaran kota berpilar yang disebut dalam Al-Qur'an, khususnya dalam Surah Al-Fajr ayat 7 yang menyinggung kemegahan Iram, negeri kaum 'Ad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama berabad-abad, lokasi kota ini menjadi misteri. Luasnya gurun Rub' al Khali, salah satu hamparan pasir terbesar di dunia, membuat upaya pencarian Ubar sangat sulit dilakukan.
Jejak Arsitektur di Shisr, Oman
Penelitian modern kemudian mengarah pada situs arkeologi di kawasan Shisr, Oman. Dilaporkan oleh Science News Today, lokasi ini menampilkan sisa-sisa arsitektur berupa benteng permanen berbentuk segi delapan dengan tembok setinggi sekitar 9 meter.
Benteng tersebut memiliki menara di setiap sudutnya yang diduga berfungsi sebagai pertahanan sekaligus pusat aktivitas perdagangan kemenyan pada masa lalu.
Di sekitar struktur utama, para arkeolog juga menemukan jejak permukiman semi permanen berupa sisa lubang api dan area aktivitas manusia. Penelitian menggunakan radar penembus tanah mengungkap adanya lorong serta ruang bawah tanah yang diduga runtuh akibat kondisi geologi.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kehancuran kota tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berlangsung secara bertahap.
Kemegahan benteng dengan menara-menara tinggi tersebut sering dikaitkan dengan gambaran kota berpilar dalam Al-Qur'an. Meski demikian, para arkeolog menilai Ubar kemungkinan besar merupakan pusat perdagangan strategis, bukan kota metropolitan besar seperti yang kerap digambarkan dalam legenda.
Menurut laporan The Times of India, terobosan penting dalam pencarian Ubar terjadi pada akhir abad ke-20 ketika para peneliti menggunakan citra radar satelit yang dikembangkan oleh ilmuwan dari NASA.
Teknologi tersebut mampu menembus permukaan pasir gurun dan mengungkap jalur perdagangan darat kuno yang mengarah ke kawasan Shisr di wilayah Dhofar, Oman.
Penggalian di lokasi ini menemukan reruntuhan benteng dengan delapan menara, artefak perdagangan, serta bukti hubungan dagang lintas wilayah. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa Ubar memang pernah ada.
Meski demikian, para peneliti masih memperdebatkan apakah Ubar merupakan satu kota besar yang hilang, atau justru jaringan permukiman yang menjadi bagian dari jalur perdagangan kemenyan di Jazirah Arab pada masa lampau.
Artikel ini sudah tayang di detikProperti
(dir/dir)











































